Tradisi “Mandi Lumpur”

Sejumlah 100 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Tingkat II Angkatan 62 mengikuti masa orientasi selama 2 hari hingga minggu. 

Orientasi ini dilaksanakan sesaat setelah Upacara Penerimaan dan Penyambutan mereka sebagai bagian dari keluarga besar Akademi Angkatan Laut seusai melaksanakan Pendidikan Dasar Keprajuritan dan Pendidikan Integratif selama setahun di Akademi Militer Magelang. 

Upacara ini dipimpin Komandan Resimen AAL Kolonel Marinir Bambang Sutrisno, di Tugu Pahlawan, Surabaya, Sabtu (19/7). Kali ini AAL memiliki 10 Taruni yang merupakan Angkatan Pertama dan akan bersama-sama Taruna AAL lainnya menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Laut 3 tahun ke depan.
 

Gubernur AAL Laksamana Muda TNI A. Taufiqoerrochman, S.E, dalam sambutan yang dibacakan Danmen AAL mengatakan, bahwa usai melaksanakan pendidikan integratif di Akmil Magelang bersama-sama Taruna Akmil dan Taruna AAU, para Taruna Angkatan 62 ini 
akan melaksanakan pendidikan lanjutan sesuai pola pendidikan 1 tahun + 3 tahun untuk mendalami ilmu pengetahuan, latihan, dan keterampilan profesi Matra Laut selama 3 tahun di AAL.

Dalam masa orientasi para Taruna akan menerima pembekalan dari tiap-tiap Satker di AAL, pengenalan Komplek AAL dan tradisi “Mandi Lumpur”. 

Minggu pagi, Walikota Surabaya Tri Risma Harini akan menerima 100 Taruna Angkatan 62 ini untuk disahkan sebagai Warga Kota Surabaya sesuai tradisi yang ada. 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut: para Pengasuh dan Staf Resimen AAL, ditandai dengan Tradisi Khas Penerimaan Taruna AAL dengan menyiramkan air ke perwakilan Taruna dan pemasangan tanda peserta orientasi, dan untuk selanjutnya acara penerimaan bagi para Sersan Taruna dilanjutkan dengan jalan kaki menuju kampus AAL Bumimoro. 

Sumber : TNI