Uang Seserahan Kurang, Seorang Anggota Kopassus Disandera Calon Mertua

Uang Seserahan Kurang, Seorang Anggota Kopassus Disandera Calon Mertua – Seorang anggota Kopassus Kartasura, Solo, Jawa Tengah, Prajurit Dua (Prada) berinisial JT (23) diteriaki dan ditolak oleh calon mertuanya di kampung Gantarang, Desa Taeng, Kecamatan Palangga, Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan lantaran uang seserahannya (panaik) dalam adat Bugis-Makassar tidak cukup.

Ceritanya berawal ketika Prada JT hendak meminang pujaan hatinya, IR (20) Selasa (13/8) siang. Keluarga JT berkumpul di rumah mempelai wanita. Namun, kesepakatan awal bahwa keluarga JT akan memberikan uang panaik sebanyak Rp 50 juta ternyata hanya disanggupi Rp 10 juta.

Akibatnya, keluarga IR mengamuk bahkan menyandera anggota pasukan baret merah ini selama 12 jam lamanya hingga Selasa dini hari. JS juga diteriaki oleh keluarga IR karena dianggap melecehkan dan mencoreng nama baik mereka.

Pangkat dan kesatuan JT tidak berlaku jika menyangkut adat istiadat perkawinan ala Bugis-Makassar. “Kami tidak terima keluarga kami dipermalukan dengan uang panaik hanya Rp 10 juta, tidak sesuai dengan pembicaraan awal. Ini menyangkut nama baik keluarga,” jelas salah seorang keluarga IR yang tak mau dituliskan identitasnya.

Keluarga IR yang naik pitam dan kecewa tak langsung membiarkan JT pulang ke rumahnya setelah gagal menyerahkan uang panaik Rp 50 juta itu. Malah dia disandera oleh keluarga dan warga di rumah IR, dalam kondisi yang serba salah.

Hingga akhirnya polisi harus turun tangan untuk menghindari hal-hal yang tak dikehendaki. Aparat kepolisian dari Sektor Pallangga dan Polres Gowa melakukan negosiasi dengan pihak keluarga IR setibanya di lokasi. Untuk menghindari amukan keluarga korban, JT pun harus diamankan ke kantor polisi.