Usai Laksanakan Tugas, KRI Banda Aceh-593 Kembali ke Dermaga Kolinlamil

KRI Banda Aceh-593 yang merupakan Kapal Perang TNI Angkatan Laut dari jajaran Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil) dan berada dibawah binaan Satuan Lintas Laut Militer (Satlinlamil) Jakarta tiba di Dermaga Mako Kolinlamil, Tanjung Priok, Jakarta Utara usai mendukung proses pencarian dan evakuasi Pesawat AirAsia QZ8501, Jumat (30/01).
 
Keikutsertaan KRI Banda Aceh-593 dalam Search and Rescue AirAsia QZ8501, sesuai dengan yang disampaikan oleh Pangkolinlamil Laksamana Pertama TNI Aan Kurnia saat entry briefing dihadapan para perwira Kolinlamil, bahwa TNI Angkatan Laut khususnya Kolinlamil menjamin terlaksananya tugas-tugas bantuan kemanusiaan yang merupakan bagian dari visi dan misi TNI AL.

Setibanya di Dermaga kolinlinlamil, KRI BAC-593 langsung menerima kunjungan dari Kepala Staf Kolinlamil (Kaskolinlamil) Laksamana Pertama TNI Karma Suta didampingi Komandan Satlinlamil Jakarta Kolonel Laut (P) Heri Widodo, sekaligus melakukan peninjauan kepada personel dan material usai melaksanakan pelayaran selama lebih 30 hari.

Kapal Perang dari jenis Landing Platform Dock (LPD) dengan Komandan Letkol Laut (P) Arief Budiman ini berangkat dari Dermaga Mako Kolinlamil, pada 29 Desember 2014 lalu dan bergabung ke lokasi pencarian disekitar Perairan Selat Karimata  dengan kapal perang TNI Angkatan Laut lainnya seperti KRI Sutedi Senoputra, KRI Todak, KRI Bung Tomo, KRI Hasanuddin, KRI Pulau Rengat dan ‎KRI Yos Sudarso.

Selama proses pencarian dan evakuasi yang berlangsung selama sebulan tersebut, KRI Banda Aceh-593 berperan sebagai Kapal Markas bagi seluruh tim penyelamat seperti penyelam TNI AL, Komando Pasukan Katak (Kopaska) TNI AL, dan  Detasemen Jala Mangkara (Denjaka) 

Marinir TNI AL yang berada di bawah koordinasi BASARNAS, selain itu Kapal Perang yang merupakan buatan dalam negeri juga menjadi posko bagi wartawan dari media elektronik maupun cetak.

KRI Banda Aceh-593 dengan panjang 125 meter persegi memiliki kapasitas angkut total personel sebanyak 344 personel, serta dapat mengangkut tiga unit helikopter jenis Mi-2/Bel 412, dua unit LCVP, tiga unit howitzer dan 21 tank.

Sumber : Jurnalmaritim