Walikota Disandera Teroris, Tentara Serbu Balai Kota Jogja

Puluhan tentara dari Batalyon Infanteri (Yonif) 403/Wirasada Pratista dibantu dari Kompi Kavaleri 2/BS menyerbu Balai Kota Yogyakarta, Selasa (2/12) pagi. Kedatangan mereka untuk menyelamatkan Wali Kota Yogyakarta Haryadi Suyuti yang dikabarkan tengah disandera oleh sekelompok teroris.
 
Namun jangan terkejut dahulu. Pasalnya, penyanderaan terhadap orang nomor satu di Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta itu hanya merupakan bagian dari skenario latihan gabungan simulasi pembebasan sandera yang digelar di Jalan Ipda Tut Harsono, tepatnya di depan Kantor Wali Kota Yogyakarta, pagi tadi.

Skenario simulasi dimulai ketika Yonif 403/WP mendapatkan informasi penyanderaan Wali Kota yang diperankan oleh pemeran pengganti. Informasi itu langsung ditindaklanjuti koordinasi dengan Kikavser 2/BS guna menyusun strategi untuk membebaskan tawanan.

Setelah koordinasi, satu peleton Yonif 403 langsung meluncur ke lokasi penyanderaan untuk melakukan operasi pembebasan. Diikuti pula sejumlah Panser Panhard dari pasukan Kikavser turut mendukung operasi. 

Pada operasi penyergapan pasukan gabungan Yonif 403 dan Kikavser 2 terpaksa melumpuhkan para tersangka teroris di lokasi, bahkan sempat terjadi kontak senjata yang ditampilkan suara letusan senapan serbu peluru hampa, ditambah asap buatan.

Selanjutnya  Dalam waktu kurang dari 10 menit sandera dapat di bebaskan dan dibawa ketempat aman dengan menggunakan mobil dan dikawal dua panser Panhard.

“Simulasi ini dilakukan untuk mengasah kemampuan prajurit Yonif 403 terutama ketika operasi pembebasan sandera VIP terutama di daerah perkotaan,” jelas Kepala Penerangan Korem (Kapenrem) 072/Pamungkas Yogyakara, Mayor Inf M Munasik.

Dia menjelaskan latihan serupa akan terus dilakukan sebagai antisipasi tindakan kejahatan yang tidak bisa diprediksi.

Latihan tempur itu sendiri mendapatkan antusias dari warga dan pengguna jalan yang kebetulan melintas. Tak segan-segan beberapa diantaranya turut mengabadikan aksi pembebasan sandera terutama ketika beberapa panser melintas dengan cepat untuk mengevakuasi sandera.

Sumber : Beritamerdeka