Wamenhan : Di BRIDEX 2013 Produk Pertahanan Indonesia Jadi Perhatian Besar

Bandar Seribegawan,  Wakil Menteri Pertahanan RI, mengatakan pada ajang BRIDEX 2013 produk-produk pertahanan yang berasal dari Industri Pertahanan Nasional Indonesia mendapat perhatian besar dari pemerintah kerajaan Brunei, maupun sejumlah kalangan produsen yang menjadi peserta BRIDEX 2013.

Hal tersebut dikatakan Wamenhan RI Sjafrie Sjamsoeddin, saat berdialog dengan para media lokal maupun internasional, Rabu (04/12) di Paviliun Indonesia disela-sela kegiatan Brunei Internasional Defence Exibition & Coference (BRIDEX) 2013, Brunei Darussalam.

Salah satu bentuk perhatian besarnya tersebut, disebutkan Wamenhan kegiatan Joy Flight pesawat CN-295 dan CN-235 yang diadakan, diikuti oleh beberapa personil dari Royal Air Force Brunei dan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Royal Air Force Brunei.

“ Contohnya hari ini joy flight CN 295 dan 235 dipimpin kepala staf angkatan udara Brunei, karena untuk melihat dan merasakan sejauh mana kapabilitas dari CN 295 dan 235” ungkap Wamenhan

Disamping itu, selama beberapa hari kegiatan BRIDEX 2013 berlangsung, Indonesia mendapatkan peluang kontrak pembelian 4 unit Panser Anoa buatan PT. Pindad dari Pemerintah Brunei Darussalam. 
Meski belum diketahui kapan pelaksanaan kontraknya, namun menurut Wamenhan ini merupakan bukti kongkrit dari langkah awal yang baik untuk kerjasama pertahanan bagi kedua negara.

Lebih lanjut Wamenhan menuturkan hal itu menunjukan sekaligus memastikan bahwa industri pertahanan Indonesia itu dipercaya di negara regional karena dapat dibuktikan kepada pengguna dari segi kapabilitas memiliki teknologi menengah yang mempunyai standar internasional.

“Produk kita pun juga sudah dipergunakan oleh TNI baik didalam negeri ataupun tugas-tugas operasi perdamaian, ini penting untuk menunjukan user confident yang akan memberikan pengaruh kepada decesion maker,” tutur Sjafrie Sjamsoeddin.

Sementara itu bagi kalangan industri pertahanan nasional pada kesempatan BRIDEX ini, juga terdapat peluang kerjasama dari sesama produsen produk pertahanan beberapa negara dalam konteks Joint Production.

“ Paviliun Indonesia juga bisa menarik perhatian untuk bekerjasama dengan peserta produsen negara lainnya yang punya minat, meskipun kita tidak menampilkan suatu industri teknologi tinggi, tapi nampaknya produk kita itu tetap di minati oleh negara termasuk Brunei” Ungkap Wamenhan.

Wamenhan menambahkan, semua industri pertahanan dalam negeri yang hadir di paviliun Indonesia bisa mengambil kesempatan manfaat secara produktif dari kegiatan BRIDEX. 
Salah satunya mengembangkan produk-produk yang dihasilkan dan masuk ke market regional, sekaligus berinteraksi dengan kebijakan pemerintah dengan waktu yang singkat tanpa mengeluarkan biaya yang tinggi.

Wamenhan mengatakan kesemuanya itu sudah sejalan dengan tujuan kedatangan dirinya bersama industri pertahanan dalam negeri didalam BRIDEX Brunei saat ini. Yakni, untuk memperkenalkan dan mengembangkan industri pertahanan nasional Indonesia kepada kalangan regional maupun internasional.

Sumber : DMC