Warga Gros Morne-Haiti Punya Akses Jalan Berkat Prajurit Perdamaian TNI

JAKARTA – Sesuai perintah dari Mission des Nations Unies pour la Stabilisation en Haiti (MINUSTAH), delapan personel Satuan Tugas Kompi Zeni (Satgas Kizi) TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXII-C/MINUSTAH yang dipimpin Danton Alberzi Lettu Czi Falix Fardany Surbakti 

dan anggota terkait serta 1 Unit Crane dan 1 Dump Truk, melakukan kegiatan pemindahan Bulldozer di wilayah Gros Morne, Haiti, Senin (23/12/2013).

Gros Morne adalah nama sebuah kota setingkat Kabupaten jika di Indonesia, letaknya berada di Propinsi Artibonite yang ditempuh sekitar 6 jam perjalanan darat dari Port au Prince Ibu Kota Haiti serta 2 jam dari Gonaives, tempat dimana Satgas Kizi TNI berada.

Kehidupan masyarakatnya, sama seperti rata-rata masyarakat Haiti lainnya yang masih kesulitan setelah bencana gempa pada tahun 2010 serta masih harus ditambah dengan 

letaknya yang cukup jauh dari Ibu Kota baik Negara maupun Propinsi, sehingga membuat beberapa permasalahan yang ada di masyarakat belum dapat diatasi hingga saat ini.

Termasuk yang selama ini cukup mengganggu masyarakat terutama berkaitan dengan mobilisasi akses jalur darat, dikarenakan tepat di tengah Jalan di jantung Kota Gros Morne yaitu di Street Solverture, 

terdapat rongsokan Bulldozer berukuran besar yang telah bertahun-tahun berada tepat di tengah jalan di lingkungan padat penduduk, sehingga menyulitkan masyarakat saat melintasinya.

Kegiatan dilaksanakan dengan terlebih dahulu memotong-motong bagian badan Bulldozer menjadi beberapa bagian, sehingga mudah untuk dipindahkan di tempat yang disediakan 

oleh Pemerintah setempat serta disaksikan oleh masyarakat setempat dan juga dihadiri Mr Fritz, Deputi Pemerintahan Daerah Gros Morne, setingkat Wakil Bupati setempat.

Setelah pekerjaan selesai dan saat personel akan kembali menuju Camp Garuda Gonaives, Mr Fritz mengucapkan terima kasih atas nama seluruh masyarakat Gros Morne.

“Sekarang kami dengan mudah melintasi jalan ini, tidak perlu untuk menggunakan bahu jalan seperti bertahun-tahun yang selama ini kami lakukan. Terima kasih Minustah, terima kasih Indonesia,” kata Mr Fritz beserta masyarakat sekitar.

Sumber : Yahoo