10 Wajah Nenek Moyang Manusia dari Digitalisasi Komputer

BLoG kiTa – Wajah nenek moyang manusia sampai saat ini masih dipertanyakan bagaimana bentuknya. Penemuan sebelumnya masih belum membuktikan dengan pasti karena tidak adanya kelengkapan data dengan gambar wajah manusia. 
Institut Penelitian Seckenberg berusaha mengungkap kembali gambaran wajah manusia lebih realistis.

Ilmuwan dari Institut Penelitian Seckenberg menggunakan metode canggih, digitalisasi komputer, untuk membentuk 27 model kepala berdasarkan bentuk tulang, gigi, dan tengkorak yang dikumpulkan dari hasil penelitian dari seluruh dunia.

Bentuk kepala kali pertama ditampilkan di Museum Sejarah Alam Senckenberg di Frankurt, Jerman. Berikut ini adalah gambaran wajah nenek moyang kita berdasarkan digitalisasi komputer,dikutip dari berbagai sumber:

1. Sahelanthropus tchadensis

BLoG kiTa – Fosil Sahelanthropus tchadensis, atau dikenal dengan sebutan “Toumai”, hidup 6,8 juta tahun yang lalu. Bagian tulang rahang dan gigi ditemukan 9 tahun yang lalu di Padang Pasir Djurab, Chad. Ini adalah salah satu spesies hominid tertua yang pernah ditemukan.
2. Australopithecus afarensis

BLoG kiTa – Dengan penemuan baru, paleoanthropologist menulis kembali asal usul nenek moyang, setelah menambah unit pelacakan.
Model ini dibuat dari potongan tengkorak dan rahang yang ditemukan di antara sisa-sisa 17 manusia zaman dulu (9 orang dewasa, 3 remaja, dan 5 anak-anak) di wilayah Afar, Ethiopia pada tahun 1975. Australopithecus afarensis diyakini telah hidup 3,2 juta tahun yang lalu.
3. Australopithecus africanus

BLoG kiTa – Nama lain dari fosil ini adalah Mrs. Ples. Mrs. Ples berhasil ditemukan di Sterfontein, Afrika Selatan pada tahun 1947. Mrs. Ples dipercaya hidup 2,5 juta tahun yang lalu.
Kristal kapur ditemukan di tengkoraknya yang menunjukkan bahwa dia meninggal setelah jatuh ke dalam lubang sedimen. Para ilmuwan sempat dibuat bingung karena besarnya rahang dan gigi. Tetapi, mereka akhirnya percaya bentuk tengkorak seperti itu berfungsi mengunyah kacang-kacangan dan biji-bijian.
4. Paranthropus aethiopicus

BLoG kiTa – Tengkorak ini milik laki-laki dewasa yang ditemukan di Danau Turkana, Kenya pada tahun 1985. Bentuk mulutnya menandakan dia memiliki gigitan dan kunyahan kuat. P. aethiopicus dipercaya hidup 2,5 juta tahun yang lalu.
5. Paranthropus boisei

BLoG kiTa – Peneliti menemukan tengkorak ini tahun 1959. Tengkorak berjenis kelamin pria ini hidup 1,8 juta tahun yang lalu di Olduvai Gorge Tanzania.
Nama ilmiahnya adalah Paranthropus boisei, meskipun awalnya bernama Zinjathropus boisei. Kali pertama ditemukan oleh antropolog Mary Leaky.
6. Homo rudolfensis

BLoG kiTa – Tengkorak ini merupakan subspecies manusia yang ditemukan di Koobi Fora, Kenya, tahun 1972. Sama halnya dengan Paranthropus boisei, fosil berjenis kelamin pria ini hidup 1,8 juta tahun yang lalu.
Yang menjadi ciri khas H. rudolfensis adalah wajahnya yang lebih luas. Dia juga diakui sebagai pemilik tengkorak lebih besar dari orang-orang sezamannya.
7. Homo ergaster

BLoG kiTa – Merupakan fosil hampir sempurna dengan rangka “Turkana Boy”. H. ergaster adalah salah satu penemuan spektakuler di dunia palentropologi. Dilihat dari bentuk anatominya, ilmuwan percaya Homo ergaster adalah rangka anak laki-laki berumur 13-15 tahun.
Menurut penelitian, anak laki-laki mati di pinggir delta sungai, dimana dia ditemukan tertutup sedimen aluvial. Jika dibandingkan dengan bentuk tulang dan gigi, H. ergaster memiliki struktur wajah yang sama dengan Homo erectus Asia.
8. Homo heidelbergensis

BLoG kiTa – Fosil laki-laki dewasa ini ditemukan di Sima de los Huesos, Spanyol, tahun 1993. Dilihat dari tengkoraknya, ilmuwan yakin dia meninggal karena infeksi besar-besaran yang menyebabkan deformasi wajah. Tengkorak pada gambar merupakan hasil dari deformitas.
9. Homo neanderthalensis

BLoG kiTa – Homo neanderthalensis ditemukan di dekat La Chapelle-aux-Saints, di Perancis pada tahun 1908. Dia hidup 56 ribu tahun yang lalu.
Usianya relatif tua, diperkirakan berumur 40 hingga 50 tahun. Kerangka pria tua ini menunjukkan ia mengalami penderitaan, termasuk radang sendi dan memiliki banyak patah tulang.
Para ilmuwan tidak menyadari sebelumnya bahwa usia dan penderitaan spesies ini ketika ditemukan. Hal inilah menyebabkan mereka salah berteori bahwa Neanderthal adalah laki-laki yang bungkuk ketika ia berjalan.
10. Homo sapiens

BLoG kiTa – Dilihat dari tengkorak dan fragmen mandibula yang ditemukan di sebuah gua di Israel pada tahun 1969, Homo sapien berjenis kelamin perempuan muda hidup antara 100 ribu dan 90 ribu tahun yang lalu.
Tulang-tulangnya mengindikasikan dia berumur sekitar 20 tahun. Tengkorak wanita itu ditemukan di antara sisa-sisa 20 tengkorak lainnya di kuburan dangkal.