4 Bantahan Luthfi terlibat Suap Daging Impor

[lihat.co.id] – Sidang lanjutan perkara suap pengurusan kuota impor daging sapi atas dua terdakwa, Arya Abdi Effendi dan Juard Effendi digelar di Pengadilan Tipikor Jakarta, Jumat (17/5). Di antara saksi adalah mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq.

Saksi lain adalah Elda Devianne Adiningrat (Komisaris Radina Niaga Mulia) dan Maria Elizabeth (Dirut Indoguna Utama). Kesaksian Luthfi dan Fathanah perlu untuk dikonfrontir dengan Elda dan Maria.

Sebelumnya, mentan Suswono, Luthfi, Fathanah, Elda dan Maria disebut-sebut mengikuti pertemuan pembahasan kuota impor di hotel Aryaduta. Menurut Maria, dalam kesaksian dirinya di persidangan sebelumnya, ibu dari Arya Abdi ini mengaku membahas peredaran daging celeng.

Maria mengaku uang Rp 1 miliar itu merupakan sumbangan untuk kemanusiaan, bukan terkait pengurusan kuota impor daging.

“AF minta tolong bantuan kemanusiaan untuk Papua dan Safari Dakwah PKS,” ujar Maria.

Maria juga mengungkapkan beberapa kali Fathanah meminta uang kepada Maria melalui Elda untuk pengurusan kuota impor. Fathanah kemudian mengajukannya kepada para petinggi PKS termasuk Luthfi. 

Usai rapat di Lembang, Hilmi Aminuddin, Luthfi dan Mentan Suswono sepakat untuk membantu Indoguna Utama untuk menambah kuota. Namun sebagai gantinya, Maria harus mendukung dana PKS. Luthfi membantah semua tudingan. Berikut 4 bantahan Luthfi sebagai saksi yang dikutip merdeka:
1. Bantah terima sumbangan buat PKS

[lihat.co.id] – Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera dan tersangka kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi, Luthfi Hasan Ishaaq, membantah pernah menerima bantuan dari Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman. Dia mengaku kerap mendengar janji itu, tapi tidak pernah menerima duit itu.

“Memang saya sempat beberapa kali, dia (Elizabeth) mau menyumbang buat PKS. Tapi kenyataannya tidak pernah terjadi,” kata Luthfi saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (17/5).

Pada persidangan Rabu lalu, Maria Elizabeth Liman, mengaku menyumbang Rp 300 juta buat acara Safari Dakwah PKS di Sumatera. Menurut Elizabeth, duit itu diberikan kepada Elda Devianne Adiningrat alias Bunda alias Dati, lantas diteruskan kepada Ahmad Fathanah.

“Ya saya yang bayar. Kan saya pebisnis,” kata Elizabeth pada Rabu lalu.

Namun, dalam persidangan hari ini, Fathanah mengaku duit itu tidak dia setorkan buat Safari Dakwah PKS. Tetapi dia pakai buat kebutuhan pribadi.

Jaksa Ronald Worotikan sempat bertanya apakah Luthfi pernah meminta uang Rp 1 miliar kepada Elizabeth, dengan dalih buat kegiatan operasional. Tetapi, lagi-lagi Luthfi membantahnya dan mengatakan tidak pernah menerima duit itu.

2. Bantah diongkosi safari dakwah

[lihat.co.id] – Tersangka kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi dan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, membantah diongkosi oleh Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman, saat bertandang ke Medan, Sumatera Utara, saat menghadiri acara Safari Dakwah PKS di kota itu. Dia mengaku biaya perjalanannya dibiayai partai.

“Yang membayar ongkos perjalanan saya itu partai. Bukan pihak lain,” kata Luthfi saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (17/5).

Saat jaksa Muhammad Rum bertanya siapa yang membiayai Soewarso, Luthfi mengatakan dia memakai uangnya sendiri.

“Tapi dia (Soewarso) minta reamburse (ganti) ke saya. Karena yang mengajak kan saya,” ujar Luthfi.

Pada persidangan Rabu lalu, Maria Elizabeth Liman, mengaku menyumbang Rp 300 juta buat acara Safari Dakwah PKS di Sumatera. Menurut Elizabeth, duit itu diberikan kepada Elda Devianne Adiningrat alias Bunda alias Dati, lantas diteruskan kepada Ahmad Fathanah.

“Ya saya yang bayar. Kan saya pebisnis,” kata Elizabeth pada Rabu lalu.

Namun, dalam persidangan hari ini, Fathanah mengaku duit itu tidak dia setorkan buat Safari Dakwah PKS. Tetapi dia pakai buat kebutuhan pribadi.

3. Bantah Disuap

[lihat.co.id] – Mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, membantah disuap sebesar Rp 1 miliar dari PT Indoguna Utama, buat mengurus penambahan kuota impor daging sapi. Bahkan, dia mengelak tidak pernah membicarakan penambahan kuota impor daging sapi buat grup Indoguna.

Menurut dia, memang sahabatnya yang juga menjadi tersangka, Ahmad Fathanah, sepuluh kali menghubunginya buat membicarakan soal komisi pengurusan kuota impor daging sapi. Tetapi, menurut dia, tawaran itu diacuhkannya.

“Saya bilang kepada dia (Fathanah), enggak usah bicara soal uang. Karena saya lebih fokus mencari solusi atas krisis daging,” kata Luthfi saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (17/5).

Namun, menurut Luthfi, Fathanah terus mendesak dia buat membantu mengurus penambahan kuota impor daging sapi. Dia juga mengaku Fathanah selalu meminta dia membantu perusahaan keluarga saksi Maria Elizabeth Liman.

Akhirnya, buat menghentikan rongrongan Fathanah, akhirnya Luthfi mengaku terpaksa berjanji bakal membantunya.

“Ya sudah. Saya bilang kepada Fathanah nanti saya sampaikan ke pak menteri (Suswono). Saya juga bilang agar disiapkan bahannya,” ujar Luthfi.

Lantas, Jaksa Ronald Worotikan bertanya kepada Luthfi. Kenapa dia mengiyakan permintaan dan desakan Fathanah, padahal dia tidak memiliki kompetensi dalam bidang itu.

“Kenapa saudara tidak mengatakan tidak kepada Fathanah? Kalau mengatakan tidak kan urusannya selesai sampai di situ,” tanya Jaksa Ronald.

Lantas, Luthfi langsung mengelak

“Saya tidak bisa menghentikan begitu saja. Karena kalau dihentikan, proses pengumpulan data lapangan gagal. Padahal saya sudah janji kepada pak menteri (Suswono),” ujar Luthfi.

Saat diperdengarkan rekaman soal adanya pembicaraan penambahan komisi pengurusan kuota impor daging sapi, dari Rp 40 miliar menjadi Rp 50 miliar, Luthfi tetap mengelak. Dia mengaku tidak pernah membicarakan soal komisi atau dijanjikan diberi uang.

4. Bantah atur kuota daging impor

[lihat.co.id] – Tersangka kasus suap pengurusan kuota impor daging sapi dan mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera, Luthfi Hasan Ishaaq, berkelit tidak pernah berusaha mengurus proses penambahan kuota impor daging sapi. Dia mengatakan cuma ingin mencari solusi buat mengatasi kelangkaan daging sapi di pasaran, dan beredarnya daging celeng dan tikus.

Luthfi mengakui bertemu dengan Direktur Utama PT Indoguna Utama, Maria Elizabeth Liman. Tetapi, dia mengaku tidak pernah membahas soal penambahan kuota impor daging sapi.

“Saya memang bertemu dengan bu Elizabeth, tapi tidak membahas soal kuota impor daging sapi. Saya cuma diberi data soal bagaimana caranya mencari solusi kelangkaan daging sapi,” kata Luthfi saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (17/5).

Luthfi berdalih, yang mengenalkan Elizabeth kepada dia adalah Ahmad Fathanah. Menurut pengakuannya, Fathanah mengatakan Elizabeth adalah mantan ketua Asosiasi Importir Daging Sapi, dan memiliki solusi buat mengatasi kelangkaan daging.

“Elizabeth cerita panjang lebar soal Indonesia dan negara lain dalam mengatasi krisis impor daging. Saya memang enggak tahu soal itu, tapi saya yakin hal itu menarik buat disampaikan ke Menteri Pertanian Suswono sebagai pendapat kedua,” ujar Luthfi.