4 Cara PKS Melawan KPK

BLoG kiTa – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tak tinggal diam setelah mantan Presiden PKS Luthfi Hasan Ishaaq ditangkap dan dijadikan tersangka kasus suap impor daging.

Berbagai cara pun ditempuh untuk melawan KPK Perlawanan yang paling jelas terlihat, terutama saat KPK hendak menyita enam mobil mewah milik Luthfi di kantor DPP PKS.

Jalur hukum hingga cara ‘radikal’ sudah dilakukan. Berikut 4 Cara PKS Melawan KPK
dikutip dari news.detik

1. Menghalangi Penyitaan Mobil
BLoG kiTa – Penyidik KPK sudah dua kali datang ke kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, untuk menyita enam mobil yang diduga terkait perkara pencucian uang Luthfi Hasan.

Namun mereka selalu dihalangi petugas keamanan gedung Keenam mobil itu adalah VW Carravelle, Mazda CX9, Fortuner B 544, Mitsubishi Pajero Sport,

Nissan Navara, dan Mitsubishi Grandis. Karena dihalangi, penyidik KPK hanya menyegel enam mobil tersebut Hari ini, rencananya KPK akan kembali menyita mobil tersebut.

2. Mengempiskan Ban
BLoG kiTa – Beberapa mobil yang disegel KPK di Kantor PKS bannya kempis. Di antara mobil yang kempis itu terdiri atas Nissan Navara dan Pajero Sport yang diparkir bersebelahan. Kemudian Mazda CX 9 B 3 MDF dan Mitsubishi Grandis B 7476 UE.

Pengacara Luthfi Hasan menjelaskan, pengempisan mobil itu dilakukan sengaja oleh petugas keamanan PKS yang emosi. Mereka tak mau mobil itu dibawa.

“Karena para pemilik mobil tersebut tidak terima mobilnya disita, sehingga mereka ingin membawa keluar. Ketika berkonsultasi dengan saya, saya melarangnya,” kata pengacara tersebut, Zainudin.

3. Melapor ke Mabes Polri

BLoG kiTa – PKS menuding KPK menyalahi prosedur dalam upaya penyitaan mobil Luthfi. PKS menyebut penyidik KPK tak membawa surat. Akhirnya, PKS pun siap melaporkan KPK ke Mabes Polri atas tudingan perbuatan tak menyenangkan.

Fahri Hamzah, selaku Wasekjen PKS mengatakan punya bukti kuat untuk menjerat para penyidik KPK dan Jubir KPK Johan Budi KPK sendiri telah membantah dan menegaskan pihaknya telah membawa surat. Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto menegaskan bahwa tim penyidik dalam dua kali kesempatan sudah membawa surat penyitaan. Namun, menurut Bambang,

surat tersebut memang tidak dapat diberikan kepada pihak penjaga gedung DPP PKS melainkan hanya ditunjukkan saja. Sesuai dengan prosedur, menurut Bambang, tim penyidik hanya akan menyerahkan berita acara penyitaan kepada petugas kantor DPP PKS.

Berita acara penyitaan itu akan diserahkan setelah penyitaan dilakukan. Namun penyidik KPK gagal melakukan penyitaan sehingga hanya menyegel enam mobil di kantor DPP PKS tersebut. Saat akan menyita mobil, tim penyidik KPK mengaku dihalang-halangi petugas keamanan kantor DPP PKS dan sejumlah simpatisan partai tersebut.

4. Memasang Spanduk Sindiran

BLoG kiTa – PKS membuat aksi tak biasa di kantornya. Menjelang kedatangan tim penyidik KPK untuk menyita mobil Luthfi Hasan Ishaaq, mereka membentangkan spanduk sindiran.

Spanduk itu bertulisan ‘Selamat Datang KPK di DPP PKS. Kami senang jika dikau datang sesuai hukum dan akhlak mulia?”. Kain panjang berukuran 1 x 2 meter itu dipasang di atas pagar di depan kantor DPP PKS, Jl TB Simatupang, Jaksel, Senin (13/5/2013).

Ada juga spanduk lainnya yang bertulisan sama, namun dipasang di dekat mobil yang akan disita. Tepatnya di parkiran samping kiri kantor bercat putih tersebut. Satu spanduk lain dibentangkan di pintu masuk gedung.

“Iya dong, kita kan menyambut tamu. Presiden kita yang nyuruh,” kata seorang petugas keamanan gedung PKS saat ditanya alasan pemasangan spanduk itu Selain memasang spanduk selamat datang di kantornya, DPP PKS juga menyiapkan bunga.