4 Kebohongan Maharany yang Terbongkar di Persidangan

BLoG kiTa – Maharany Suciyono bisa mengelabuhi wartawan saat menjelaskan kasus tangkap dirinya dengan Ahmad Fathanah, namun di muka hakim mahasiswi ini tidak bisa mengelak. Maharany mengakui semua kejadian saat KPK menangkap dirinya bersama Ahmad Fathanah.

Awalnya saat menggelar jumpa pers di Hotel Nalendra di Jl Kebon Nanas, Jakarta Timur, Selasa (5/2) Maharany mengaku bahwa dirinya ditangkap bersama Ahmad Fathanah di kafe Hotel Le Meridien, bukan di kamar. Namun siang kemarin wanita cantik ini pun mengakui bahwa dirinya ditangkap bersama Fathanah di kamar hotel.

Maharany juga mengakui bahwa uang Rp 10 juta yang diberikan Ahmad Fathanah bukan cuma-cuma seperti yang dia sampaikan sebelumnya. Uang tersebut dia kutip untuk sekali berhubungan intim dengan Fathanah.

Berikut empat pengakuan bohong Maharany yang terbongkar di persidangan,dikutip dari Merdeka:

1. Kenalan langsung bukan lewat waiters

BLoG kiTa – Awalnya kepada media Maharany mengaku mengenal Ahmad Fathanah dari seorang waiters yang memberinya nomor telepon seseorang yang ingin kenalan. Namun pengakuan itu dianulir mahasiswi cantik ini.

Dalam persidangan di Tipikor, Rany menyebut bahwa dirinya kenalan langsung dengan Ahmad Fathanah.

“Saya sedang makan di Mal di Jakarta, makan siang. Ada Ahmad Fathanah di situ cuma saya gak begitu paham. Kenalan langsung,” ujar Rany di persidangan kemarin, Jumat (17/5).

“Dia hanya bilang, saya Ahmad Fathanah, saya pengusaha,” ujar Rany.

2. Ditangkap di kamar 1740 bukan kafe

BLoG kiTa – Sebelumnya Maharany menyebut dirinya ditangkap bersama Ahmad Fathanah di kafe Hotel Le Meridien. Namun penyidik KPK yang menagkap keduanya menyatakan bahwa Rany dan Fathanah ditangkap di kamar hotel tersebut.

Saat itu penyidik KPK Yakni Amir Arif dan Dian Andi menguntit Fathanah. Lalu Maharany dan Fathanah naik ke kamar 1740 di lantai 17. Lantas Amir mengaku mendapat perintah dari KPK agar menangkap Fathanah, karena diduga kuat telah menerima uang dari PT Indoguna Utama, dan uangnya di mobil Fathanah yang ada di tempat parkir lantai bawah.

“Saya dan tim naik ke kamar 1740, dan mengetuk pintu. Lalu dibuka oleh Fathanah,” lanjut Amir.

Amir dan tim lalu memperkenalkan diri dari KPK, dan akan mengamankan Ahmad Fathanah soal pengurusan kuota impor daging.

3. Di tangkap saat sedang tak berbusana

BLoG kiTa – Sebelumnya Maharany juga menyebut bahwa dirinya hanya ngobrol di kafe Hotel Le Meridien dengan Ahmad Fathanah. Namun fakta baru terungkap di persidangan. Seorang penyelidik KPK yang bersaksi hari ini mengaku saat penangkapan, keduanya sedang tidak berbusana.

Ada dua penyelidik KPK yang bersaksi hari ini. Yakni Amir Arif dan Dian Andi. Tetapi, hanya Amir Arif yang ikut menangkap Fathanah dan Maharany di hotel itu.

“Setelah keduanya (Fathanah dan Maharany) berpakaian, kami bawa mereka ke tempat parkir lantai dasar,” kata Amir saat bersaksi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (17/5).

4. Uang Rp 10 juta untuk berhubungan intim

BLoG kiTa – Maharany mengaku bahwa tiba-tiba Fathanah memberinya uang sebesar 10 juta. Kepada wartawan beberapa waktu lalu, Rany menyebut bahwa uang itu diberikan Fathanah hanya karena ingin kenalan belaka, alias cuma-cuma.

Namun lagi-lagi hal itu ternyata bohong. Di depan pengadilan, Rany mengaku bahwa uang itu adalah bayaran untuk berhubungan intim.

“Uang Rp 10 itu juta dari Ahmad Fathanah buat apa?,” tanya Jaksa Rum di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta, Jumat (17/5).

“Diberi 10 juta enggak tahu buat apa. Dikasih gitu aja. Itu untuk menemani pak Ahmad,” ujar Maharany.

Lalu jaksa Rum mengkonfrontir kesaksian Maharany dengan keterangannya di Berita Acara Pemeriksaan. “Apakah uang itu diberikan kepada saudari agar mau diajak berhubungan intim,” tanya Jaksa Rum lagi.

“Iya,” ujar Maharany.

“Uang itu kaitannya dengan itu?,” kata Jaksa Rum menegaskan.

“Iya,” ucap Maharany.