7 tanda HARUS ke Dokter trus nebus Resep ke Apoteker


Seringkali orang mengabaikan perubahan yang terjadi di tubuhnya. Padahal, bisa jadi itu merupakan pertanda penyakit tertentu. setiap kondisi pasti akan memunculkan gejala. Yang ha-rus diperhatikan adalah ketika gejala itu tak juga hilang atau ketika gejala kronis muncul. Terkadang, gejala-gejala itu akan semakin memburuk secara perlahan, sehingga sulit mengetahui tingkat keparahannya. Yang juga sering terjadi, Anda merasa enggan berkunjung ke dokter justru ketika Anda curiga ada apa-apa dengan tubuh Anda. “Alasan kenapa kita seringkali mengabaikan gejala-gejala adalah karena kita sebetulnya tak ingin ada yang salah dengan diri kita.

Jika gejala itu muncul lebih sering dari biasanya, itu pertanda ada bahaya. Jangan abaikan kemungkinan bahwa Anda selalu harus melakukan check up dari waktu ke waktu,. Check up rutin ditambah pengetahuan tentang gejala-gejala yang muncul akan membantu Anda menikmati hidup sehat.

Di bawah ini ada tujuh gejala yang seringkali muncul dan mengindikasikan ada sesuatu yang tak beres di tubuh Anda:

1. Keletihan yang tidak biasa

rasa capek yang aneh, rasa seolah-olah Anda berjalan di atas air, mungkin bukan disebabkan oleh kehidupan yang semakin cepat. Rasa capek seperti ini bisa merupakan gejala tiroid (kelenjar gondok), anemia, fibromyalgia (sakit pada otot, ligamen, atau tendon), Lyme disease (penyakit peradangan akut), gejala keletihan yang kronis, atau kekurangan potasium (kalium). Contoh penyebab keletihan ekstrem yang umum adalah depresi.

Untuk mengetahui apakah keletihan itu hanya karena pola hidup Anda yang kurang teratur, cobalah buat prioritas istirahat/tidur dalam seminggu atau lebih, dan lihatlah apakah keletihan yang Anda rasakan berkurang.

2. Perubahan berat badan secara mendadak

Yang perlu dicermati adalah seberapa banyak dan seberapa cepat terjadi perubahan berat badan. Yang disebut penurunan berat badan mendadak adalah turunnya berat badan tanpa diet atau upaya lain, sebanyak lebih dari 4 kilo atau 5 persen dari berat ideal, dalam jangka waktu satu sampai tiga bulan. Sementara kelebihan berat badan yang tidak wajar adalah apabila berat badan naik lebih dari 8 kilo selama empat atau enam bulan, di mana itu tidak mungkin diperoleh dari makanan.

Pada kasus yang jarang, pembesaran perut secara pelan mengindikasikan adanya kanker ovarium, yang juga bisa menyebabkan sakit pada perut atau tanpa gejala lain. Apa pun, sebaiknya segeralah bicarakan dengan dokter kandungan Anda.

3. Pingsan dan pusing

Sebagian besar dari kita pasti pernah mengalami pening setelah terjemur matahari atau saat kita berdiri dari jongkok. Tapi, tak hanya itu. Berbagai kondisi minor pun bisa menyebabkan pingsan atau pusing, termasuk adanya kecemasan atau kekhawatiran, gula darah rendah, kelelahan akibat panas, dehidrasi, dan bahkan emosi yang tak stabil. Apa pun, cobalah temui dokter untuk mengonsultasikannya.

4. Sakit kepala hebat

Tak gampang menentukan sakit kepala yang mana yang merupakan gejala dari suatu penyakit serius. Secara umum, yang perlu diwaspadai adalah jika sakit kepala tersebut berbeda dari yang biasa Anda alami atau justru lebih hebat, dan tanpa henti meskipun Anda sudah minum obat-obat penghilang sakit kepala. Jika ini terjadi, segera hubungi dokter.

Salah satu penyebab sakit kepala hebat adalah hipertensi (tekanan darah tinggi), suatu bentuk penyakit jantung yang perlu diagnosa dan perawatan khusus. Satu dari empat orang dewasa Amerika ditengarai menderita tekanan darah tinggi, yang juga dapat menyebabkan pandangan kabur, sakit di bagian dada, dan susah bernapas.

Kondisi yang lebih ringan yang juga menyebabkan sakit kepala hebat adalah meningitis atau aneurysm (pelebaran pembuluh darah setempat karena salah perkembangan). Meningitis adalah suatu infeksi yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Gejala meningitis yang lain adalah leher terasa kaku, demam, sensitif terhadap cahaya, dan terkadang muntah. Sementara aneurysm seringkali tidak ditandai dengan gejala yang lain sampai terjadi perdarahan, dan dapat menyebabkan pingsan. Jadi, meski sakit kepala yang Anda alami kemudian menghilang, tetaplah kunjungi dokter.

5. Perubahan pada payudara

Penyebab paling umum perubahan pada payudara adalah penyakit fibrocystic breast, suatu kondisi tak berbahaya di mana payudara terasa bengkak, terdapat benjolan, yang datang dan pergi setiap bulan. “Penyebab pastinya tak diketahui,” ujar Kathleen Fitzgerald, MD dari Brown University of Medicine, Rhode Island. “Meski tampaknya dipicu oleh konsumsi kafein dan vitamin E.”

Tes diri secara teratur akan membantu Anda mengetahui benjolan mana yang normal bagi payudara Anda. “Meski begitu, Anda sebaiknya pergi ke dokter untuk mengetahuinya secara pasti.” Untuk mengetahui kemungkinan kanker payudara sedini mungkin, lakukan chek up secara teratur, termasuk pemeriksaan payudara. Mulailah melakukan tes mamogram tahunan pada usia 40-an (lebih dini jika ibu atau saudara Anda yang lain ada yang menderita kanker payudara).

6. Sakit di bagian dada

Hati-hati juga jika Anda susah bernapas, keluar keringat secara ekstrem, dan mual atau cemas tak beralasan. Ini mungkin lebih karena salah cerna, susah bernapas atau rasa sakit antara payudara yang menjalar ke arah punggung, perut atau lengan bawah. Jika Anda mengalami gejala-gejala seperti di atas, segera pergi ke dokter, khususnya jika Anda memiliki faktor risiko serangan jantung.

Bisa juga, sakit di payudara mengindikasikan adanya penyakit otot atau tulang, panik, atau yang paling sering adalah ulcer (luka pada lambung atau usus). Semua kondisi ini membutuhkan perhatian medis. Ulcer pun akan membuat payudara serasa terbakar, dan biasanya disertai rasa pahit di mulut, khususnya setelah makan, serta gejala semakin memburuk saat Anda berbaring.

7. Mati Rasa

Rasa menggelenyar (tingling) atau mati rasa (numbness) di lengan, kaki, tangan atau kaki yang berlangsung selama beberapa menit dapat merupakan pertanda adanya kepanikan atau kecemasan. Tapi jika tetap berlangsung selama sekitar 20 menit atau lebih, Anda sebaiknya ke dokter. Siapa tahu itu merupakan pertanda adanya hypothyroidism, sclerosis (pengerasan, khususnya sebagai akibat radang dan penyakit antarsel), kerusakan saraf akibat kekurangan vitamin B12, atau bahkan stroke. Stroke memang jarang menyerang wanita di bawah 50 tahun, tapi bukan berarti tidak pernah terjadi.

Gejala yang lain adalah kedua sisi badan terasa lemah, susah bicara, menelan, muntah bukan karena racun makanan atau sakit. Jika Anda mencurigai adanya serangan stroke, segeralah pergi ke dokter. Jika Anda terkena sclerosis, maka rasa menggelenyar atau mati rasa dapat muncul pada satu atau kedua sisi badan.

Hyperthyroidism atau kekurangan vitamin B12 sebagian besar juga akan menyebabkan gejala yang sama pada kedua sisi badan. Biasanya akan makin parah atau berkurang. Tapi jika semua bagian tubuh merasakan gejala ini, atau gejala ini berulang setiap hari, segeralah pergi ke dokter.