7 Teknologi Kedokteran ini bisa Membuat Manusia jadi Super

BLoG kiTa – Tahun 2013 ini bioskop kembali diramaikan dengan film-film manusia super layaknya superhero. Untuk menjadi manusia super seperti kisah-kisah tersebut memang masih jauh dari kenyataan, 
namun beberapa teknologi kedokteran agaknya sudah dapat meraih sedikit kemungkinannya.
Saat ini, ilmu kedokteran sudah memiliki teknologi untuk menggantikan bagian tubuh manusia yang rusak. Di awal tahun 50-an, 
teknologi semacam ini yang terbilang paling canggih adalah alat pacu jantung. Kini ilmuwan bahkan sudah bisa menumbuhkan organ sendiri lewat metode stem cell berikut 7 Teknologi Kedokteran ini bisa Membuat Manusia jadi Super  Seperti dilansir List Verse
1. Brain Computer Interface

BLoG kiTa – Brain Computer Interface (BCI) adalah hubungan komunikasi antara otak manusia dan perangkat eksternal. Sejak tahun 1920-an, otak diketahui dapat menghasilkan sinyal listrik.

Peneliti berspekulasi bahwa sinyal tersebut mungkin bisa diarahkan untuk mengendalikan perangkat mekanikPenelitian BCI mulai digalakkan pada tahun 60-an dengan monyet sebagai subjek tesnya.
Sebagian besar aplikasinya dilakukan untuk pemulihan penglihatan,
pendengaran, atau kelumpuhan. Salah satu uji coba dilakukan dengan mengaktifkan pasien lumpuh pada awal tahun 2013.

2. Powered Exoskeletons
BLoG kiTa – Mirip dengan baju tempur Iron Man, teknologi serupa tengah dikembangkan untuk memulihkan mobilitas penyandang cacat atau menambah kekuatan membawa beban. 
 
Ada sebuah perusahaan yang membuat pakaian aluminium titanium yang disebutEkso dan digunakan untuk merawat puluhan pasien lumpuh agar bisa berjalanTeknologi yang sama telah dilisensi
 
oleh Lockheed Martin atas inovasinya yang diberi nama Human Universal Load Carrier (HULC). Teknologi ini telah digunakan untuk militer sehingga memungkinkan pria normal bisa membawa beban seberat 90 kg dengan kecepatan 16 km per jam tanpa berkeringat.
 

3. Implan Saraf

BLoG kiTa – Implan saraf adalah perangkat yang dimasukkan ke dalam materi abu-abu otak.
Fungsinya untuk memperbaiki bagian otak yang rusak, serta mengembalikan fungsi kognitif. 
 
Penggunaannya sudah disetujui oleh Food and Drug Administration di AS untuk mengobati berbagai penyakit.Metode ini terbukti efektif mengobati penyakit Parkinson, distonia, nyeri kronis dan depresi dengan berbagai tingkat keberhasilan. 
 
Sejauh ini, implan saraf yang paling umum digunakan adalah implan koklea dan implan retina yang terbukti efektif mengembalikan fungsi pendengaran dan penglihatan.
4. Cyberware
BLoG kiTa – Prostetik telah digunakan untuk mengganti anggota badan yang rusak selama beberapa puluh tahun. Cyberwareberusaha tidak hanya menganti secara estetika, tapi juga fungsinya. Artinya,
 
ditujukan mengembalikan fungsi alami dari bagian tubuh yang hilang Di Harvard sudah ada teknik jaringan dan nanoteknologi yang digabungkan untuk menghasilkan ‘
 
cyborg jaringan’, yaitu jaringan tubuh manusia rekayasa yang tertanam, fungsional, dan kompatbiel dengan tubuh manusia.

5. Exocortex
BLoG kiTa – Exocortex adalah sistem pengolahan informasi teoritis yang akan berinteraksi dan meningkatkan kemampuan otak. Otak manusia secara biologi terhubung dengan komputer sehingga memiliki lebih banyak penyimpanan informasi dengan kemampuan berpikir tingkat tinggi.

6. Rekayasa Genetika
BLoG kiTa – Terapi gen dan rekayasa genetika adalah perkembangan ilmiah yang menjanjikan. Aplikasinya yang paling penting adalah membasmi penyakit genetik. 
 
Beberapa kondisi genetik dapat disembuhkan pada orang dewasa dengan terapi gen, namun tengah diuji juga pada embrio.
Terapi ini membuka kemungkinan untuk tidak hanya diterapkan pada penyakit dan kelainan genetik saja, tetapi untuk kondisi lain seperti menentukan warna mata dan jenis kelamin bayi. Di sisi lain, teknologi ini sangat mungkin menyebabkan masalah sosial yang kompleks.
 
 

7. Nano Medicine

BLoG kiTa – Apllikasi obat dalam ukuran nano dilakukan dengan cara memberikan obat ke lokasi tertentu dalam tubuh menggunakan partikel kecil secara akurat. 
 
Misalnya eksperimen pengobatan kanker paru-paru menggunakan partikel nano yang dihirup lewat aerosol sehingga menetap di daerah paru-paru yang sakit.

Menggunakan magnet eksternal, partikel-partikel ini kemudian dipanaskan untuk membunuh sel yang sakit. Metode ini telah digunakan dengan sukses pada tikus, namun belum membunuh 100% sel yang sakit.