Dahana Targetkan Produksi 63 Ribu Ton Bahan Peledak

Guna meningkatkan produksi, PT Dahana (Persero) tengah membidik enam proyek baru dengan nilai kontrak sebesar USD15 juta hingga USD20 juta. 

 Adapun posisi produksi Dahana saat ini sebesar 56 ribu ton bahan peledak (handak).

Direktur Utama PT Dahana (Persero) Harry Sampurno mengatakan, jika enam proyek yang tengah dibidik oleh perseroan. Maka, volume produksi bahan peledak Dahana dapat meningkat menjadi 63 ribu ton per tahunnya.

“Sekarang kan volume kita 56 ribu ton, kalau yang enam ini berhasil, akan menjadi 63 ribu ton,” kata Harry saat bincang-bincang di Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (14/3/2014).

Harry menjelaskan, 56 ribu ton volume produksi Dahana saat ini terbilang masih jauh dari kebutuhan nasional akan bahan peledak. Di mana, nasional membutuhkan 300 ribu bahan peledak setiap tahunnya.

“Kita hanya sekitar seperenamnya saja, makanya kita cari alternatif bisnis biar kita fleksibel,” jelasnya.

Adapun, keenam proyek yang tengah dibidik Dahana antara lain PT Kasongan Bumi Kencana, Tambang Emas, ABN Grup Toba, PT Cabuse, MPO (Mitra Perdana Utama) di Malino, Kontruksi  Pulau Seram, Tambang Emas di Banyuwangi Bukit Pitu, dan  Malino Kalimantan Utara, namun pihaknya masih berkompetisi dengan luar negeri.

Sumber : Okezone