Fitra Duga Ada Penggelembungan Dana Pembelian Tank Leopard

Direktur Investigasi dan Advokasi Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (Fitra) Uchok Sky Khadafi menduga ada proses mark up atau penggelembungan anggaran dalam pembelian 164 tank asal Jerman. 

Pasalnya, Jerman menyebut harga keseluruhan tank yang dibeli senilai 3,3 juta euro atau sekitar USD4,3 miliar, padahal Indonesia menyebut totalnya USD280 juta “Patut diduga ada mark up, penggelembungan anggaran. Itu bakal kena nanti,” kata Uchok kepada Media Indonesia, Kamis (16-5).

Uchok menerangkan, angka yang berbeda itu patut dicurigai. Ia juga menilai ada kesalahan dalam perencanaan anggaran sehingga angka yang dibeli dengan harga yang dijual Jerman berbeda. “Ada indikasi pembengkakan, ini kalau angka atau nilainya berbeda berarti ada yang salah dalam perencanaan,” lanjut Uchok.

Ucapan Uchok cukup beralasan, pasalnya, Kepala Staf TNI AD Jendral Pramono Edhie Wibowo menyebut anggaran pembelian tank Leopard sebesar USD4,3 miliar. “Tadinya dalam perencanaan USD280 juta itu kan (totalnya) dapat 44 unit. Setelah kita ke sana, kita lakukan negosiasi, ternyata kita bisa dapat 164 unit (total),” kata Pramono kemarin di Komplek Istana Presiden.

Berdasarkan pemberitaan di media asing, Pemerintah Kanselir Jerman Angela Merkel memberi lampu hijau kepada pembuat senjata berpusat di Dusseldorf, Rheinmetall AG, untuk menjual tank itu kepada Indonesia, kata juru bicara kementerian ekonomi, Rabu (8-5) pekan lalu.

Ia menyatakan harga keseluruhan sekitar 3,3 juta euro atau USD4,3 juta (lebih kurang Rp43 miliar), dengan menunjukkan lebih dari 100 tank tempur Leopard 2 dan kendaraan lain itu adalah bekas pakai. 

Adapun tank yang dibeli Indonesia yakni 104 Leopard 2 tanks, 50 Marder 1A2 infantry fighting vehicles, 4 Armored Recovery Vehicles to tow tanks out of trouble, 3 mobile bridge-layers, and 3 AEV armored engineering vehicles. Total 164 tank itu akan datang secara bertahap, pada peringatan HUT TNI 5 Oktober mendatang diharap bisa ditampilkan

Sumber : Lampungpost