Hendropriyono tegaskan intelijen Indonesia tak berprinsip bunuh dan culik

Setelah dikukuhkan sebagai Guru Besar Intelijen di Sekolah Tinggi Intelijen Negara, Jenderal (Purn) TNI Hendropriyono menegaskan dunia intelijen Indonesia berbeda dengan luar negeri. Intelijen Indonesia berpedoman pada falsafah Pancasila.

Menurutnya, dunia intelijen di luar negeri berpedoman pada nilai praktis. “Jadi praktik bisa liar. Kalau Indonesia tidak bisa, karena kita punya dasar filsafat hidup, Pancasila,” ujar Hendropriyono di acara pengukuhannya sebagai Guru Besar bidang Intelijen di Balai Sudirman, Jalan Dr Sahardjo No 268, Jakarta Selatan, Rabu (7/5/2014).

Dengan pedoman tersebut, maka intelijen Indonesia memiliki landasan moral. “Kita tidak bisa sembarangan membunuh orang, menculik orang, itu tidak ada. Saya angkat ini supaya kita tahu bahwa intelijen Indonesia punya filosofi, punya landasan etik,” ujarnya.

Meski menyangkut sistem keamanan nasional, intelijen tidak boleh lupa kepada prinsip falsafah Pancasila yang dipegang teguh tersebut.

“Bahwasanya perlindungan terhadap HAM itu harus dijamin. Tetapi juga HAM oleh setiap warga negara bisa untuk sebagian dikurangi demi keamanan bersama,” imbuhnya.

Sumber : Sindo