Iran Diam-diam Punyai Gedung Pencakar Langit di Amerika

Iran Diam-diam Punyai Gedung Pencakar Langit di Amerika – Sanksi ekonomi Amerika Serikat ternyata mudah dipecundangi oleh Iran, bahkan di depan batang hidung sendiri. Iran terungkap diam-diam memiliki gedung pencakar langit di Manhattan, jantung Kota New York.

Diberitakan Al-Arabiya, Rabu 18 September 2013, pengadilan New York menyegel gedung 36 lantai bernama 650 Fifth Avenue di pusat kota tersebut. Menurut Preet Bharar, jaksa penuntut di Manhattan, ini adalah penyitaan yang berhubungan dengan terorisme terbesar yang pernah mereka lakukan.

Dia mengatakan, pemilik gedung telah melanggar sanksi terhadap Iran dan hukum pencucian uang. Belakangan diketahui, gedung tersebut ternyata dimiliki oleh bank nasional Iran, Bank Melli, yang jadi salah satu target sanksi AS.

Gedung itu dibangun tahun 1970-an oleh organisasi non-profit yang dijalankan oleh Shah Iran yang digulingkan tahun 1979. Sekarang properti itu dimiliki 60 persennya oleh organisasi tersebut, yang sekarang dinamakan Yayasan Alavi, dan 40 persen sisanya oleh perusahaan Assa.

Menurut penyidik, uang sewa gedung tersebut oleh dua pemiliknya diserahkan langsung ke Bank Melli. Tidak hanya uang sewa, Alavi dan Assa juga mentransfer dana lainnya ke lembaga keuangan Iran tersebut.

Penyelidikan kepemilikan gedung itu telah dilakukan sejak tahun 2009. Tahun 2009, mantan presiden perusahaan Assa mengaku bersalah karena telah menghambat jalannya penyelidikan dengan memusnahkan dokumen yang membuktikan hubungan antara Assa dengan Bank Melli. Sejak itu, gedung tersebut terus beroperasi namun dalam pengawasan ketat pengadilan.

Iran jadi sasaran sanksi ekonomi AS karena program nuklirnya yang diduga untuk mengembangkan senjata. Dengan sanksi ini, pebisnis dan perusahaan-perusahaan AS dilarang melakukan transaksi apapun dengan instansi pemerintah Iran dan beberapa pejabat tertentu.

Iran menggunakan beberapa cara untuk menghindari dampak sanksi. Salah satunya adalah melakukan transaksi bukan dengan uang, namun mengkonversinya ke emas dan diserahkan secara tunai.

Emas-emas ini ditukar Iran dengan berbagai kebutuhan pokok, salah satunya minyak kelapa sawit. | viva.co.id