Isolasi Kasein

Masih ingat dengan tulisan Isolasi Glikogen? Sekarang saatnya membahas tentang Isolasi Kasein 🙂 . Seperi kita ketahui bersama, susu merupakan salah satu makanan paling lengkap. Bermacam-macam jenis susu, baik dari manusia maupun dari hewan mengandung vitamin, mineral, karbohidrat, lemak dan protein (sebagian besarnya kasein). Untuk jenis susu berbeda, kandungan nutrisinyapun juga berbeda. Susu sapi berbeda dengan susu kambing walaupun terdapat beberapa kesamaan dalam hal zat penyusunnya.

Kasein merupakan protein utama pada susu. Mempunyai titik isoelektrik pada pH 4,6 namun didalam susu memiliki pH 6,6 sehingga kasein memiliki energi negatif dan larut sebagai garam. Jika asam yang ditambahkan, energi negatif dari lapisan terluar kasein menjadi setara oleh proton golongan Fosfat dan protein dengan ion kalsium seperti reaksi:

Ca-caseinate + 2H­+ –> casein + Ca2+

Kasein diisolasi dari susu yang dijual bebas dan sangat membantu dibidang industri lain seperti pembuatan lem, kertas dan pencampur warna dalam cat. Saat isolasi berada pada kondisi sanitasi (steril), kasein juga dapat bekerja dibidang kefarmasian sebagai produk nutrisi.

Protein dalam kasein terususun oleh rantai-rantai peptide jika mengalami hidrolisis akan menjadi disakarida seperti berikut:

Protein dalam kasein yang mengalami hidrolisis

Protein dalam kasein yang mengalami hidrolisis

Dalam isoalasi, kasein larut dalam air, alkohol dan eter namun tidak larut dalam etanol, senyawa alkali dan beberapa larutan asam.