Kasau : “Menyiapkan diri untuk siap perang, adalah langkah yang cerdas untuk menjamin situasi damai”

Indonesia dimasa depan, merupakan perpaduan rangkaian peristiwa yang mewarnai kehidupan berbangsa dan bernegara saat ini dan berbagai peristiwa di masa lalu. 
Sejarah memang peristiwa masa lalu,namun berbagai kejadian dan aktifitas yang terjadi puluhan tahun silam merupakan tonggak dinamika perjalanan yang membangun, membentuk dan mengukir sebuah karakter bangsa sehingga menjadikan Negara Indonesia berdiri tegak sampai saat ini.
Sebagai salah satu komponen pertahanan negara, TNI Angkatan Udara terus tumbuh berkembang seiring dengan dinamika pembangunan nasional dan perkembangan lingkungan strategis. 
maka kebijakan yang ditempuh TNI Angkatan Udara yakni “Minimum Essensial Force” yang merupakan jawaban tepat untuk dilaksanakan. Kita berharap, melalui pelaksanaan Renstra 5 tahunan, pertumbuhan dan perkembangan TNI Angkatan Udara ke depan mampu mewujudkan kekuatan tersebut.
Upacara yang dikuti oleh satu pleton Pamen, 1 SSK Skadik 101, 1 SSK Skadik 102, 1 SSK Skadik 104, 1 SSK Paskas, 1 SSK Pomau, 1 SSK PNS, serta 1 kompi satuan musik.
Dalam sambutan Kepala Staf Angkatan Udara Marsekal TNI I.B. Putu Dunia yang dibacakan oleh Komandan Pangkalan TNI AU Adisutjipto Marsekal Pertama TNI Agus Munandar, SE yang bertindak sebagai Inspektur Upacara pada upacara tujuh belasan bulan Mei 2013, di Lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto. Jumat (17/5).
Dalam sambutannya berkenaan dengan Hari Kebangkitan Nasional, Kepala Staf Angkatan Udara juga menyampaikan bahwa Dalam kurun waktu 10 tahun ke depan, tantangan yang dihadapi TNI Angkatan Udara akan semakin berat. Kemajuan Teknologi semakin pesat, peran kekuatan udara dalam perang modern semakin diperlukan. 
Meskipun bagi bangsa Indonesia, perang merupakan jalan terakhir yang harus ditempuh, namun menyiapkan diri untuk siap perang, adalah langkah yang cerdas untuk menjamin situasi damai. 
Oleh karena itu, dengan keterbatasan anggaran, hendaknya kita tidak boleh berhenti berpikir dan berbuat. Dan pembinaan kemampuan TNI Angkatan Udara diarahkan untuk mewujudkan kesiapan opersional baik pesawat tempur, pesawat angkut dan pesawat helikopter serta alutsista pendukung lainnya.
Seusai Upacara Tujuh belasan Komandan lanud Adisutjipto juga berkesempatan melihat dari dekat proses persiapan pembangunan arkon yang akan digunakan dalam acara Wing Day tanggal 19 Juni 2013 yang akan datang.
Sumber : TNIAU