Kastaf TNI AL: Masyarakat Harus Tahu Persenjataan Milik TNI

Kepala Staf  (Kastaf) TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi mengajak media untuk memperkenalkan alat utama sistem persenjataan (alutsista) yang dimiliki oleh negara Republik Indonesia.

 

“Biarkan masyarakat tahu, apa saja yang kami punyai untuk melindungi negara,” kata Kepala Staf TNI Angkatan Laut, Laksamana TNI Ade Supandi setelah latihan menembak di Mabes AL, Jakarta, Jumat (27/2).
 
Ia menjelaskan masyarakat berhak tahu, bahwa wajib pajak kepada negara, salah satunya digunakan untuk operasioanal persenjataan tentara nasional Indonesia.
 
Dalam penjelasan tersebut, ia juga berterimakasih kepada seluruh media dan jurnalis yang telah membantu TNI AL menyebarkan informasi penting.
 
“Berbagai bentuk operasi dan misi TNI AL banyak dipublikasikan pers nasional yang tanpa kenal lelah dan jemu membantu kami. Jika tidak ada teman-teman jurnalis maka kami tidak akan bisa seperti ini dalam melaksanakan tugas,” katanya.
 
Hari ini pihaknya menyelenggarakan kejuaraan menembak bagi jurnalis, yang difasilitasi Dinas Penerangan TNI AL, di Lapangan Tembak Antares, Markas Besar TNI AL. 84 jurnalis turut serta dalam kejuaraan menembak memakai pistol jarak 25 meter itu.
 
Jurnalis diperkenalkan dengan pistol genggam jenis Sig Sauer P226 buatan Amerika dalam lomba menembak tersebut. Melalui pengenalan dasar ini awak media diajak mengetahui beberapa kegiatan di Mabes AL, salah satunya latihan rutin menembak bagi prajurit.
 
Beberapa pejabat inti Markas Besar TNI AL hadir dalam acara ini, di antaranya Wakil Kepala Staf TNI AL, Laksamana Madya Didit Herdiawan, dan Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir.
 
TNI AL, kata dia, banyak terbantu oleh kehadiran pers nasional. “Contohnya saat operasi SAR gabungan AirAsia QZ8501 yang berlangsung hampir dua bulan itu. Teman-teman jurnalis bekerja sama kerasnya dengan personel kami dalam ranah masing-masing,” katanya.
 
Dia menggambarkan, tinggi gelombang di Selat Malaka saat itu cukup lumayan dan bisa membuat orang mabuk laut. “Namun teman-teman jurnalis terbukti tangguh dan tetap tinggi dedikasinya. Terima kasih,” katanya.
 
Berkat kehadiran pers nasional, kata dia, bentuk pertanggungjawaban TNI AL dalam mengawaki arsenal dan peralatan perang untuk misi damai dan kemanusiaan atau misi lain bisa diwujudkan.
 
“Rakyat telah membeli peralatan ini dan kami mengawakinya. Ini bentuk pertanggungjawaban kami,” katanya.
 
Untuk meningkatkan kualitas hubungan antara TNI AL dengan jurnalis, katanya, akan terus diselenggarakan acara serupa secara periodik. Acara-acara itu akan dikemas sedemikian rupa dengan tujuan tambahan semakin mengenalkan bentuk-bentuk misi dan tugas pokok TNI AL kepada jurnalis.
 
Sumber : Harianterbit