Kini, TNI AD Miliki Alat Canggih Psikotes Calon Perwira

Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) kini memiliki gedung khusus tes psikologi (psikotes) dan kemampuan calon-calon perwira militer dengan sistem komputerisasi canggih. 

Gedung tersebut bernama Computerized Adaptive Test (CAT) 5 Dinas Psikologi Angkatan Darat (Dispsiad) yang berlokasi di Jalan Sangkuriang No 17, Bandung, Jawa Barat.

Gedung CAT 5 Dinas Psikologi Dispsiad diresmikan oleh Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Budiman pada Selasa (20/5/2014).

Seusai meresmikan, Budiman mengatakan, gedung CAT 5 Dispsiad ini memiliki sarana, prasarana, serta fasilitas untuk pemeriksaan psikologi berbasis komputer paling mutakhir di dunia.

“Gedung ini digunakan untuk mengetes psikologi dan kemampuan calon-calon petinggi militer, seperti calon Pangdam, Danrem, dan petinggi-petinggi militer lainnya. Dengan kecanggihan teknologi terbaru ini, maka rekrutmen kita akan mendapatkan hasil sumber daya manusia yang terbaik,” kata Budiman kepada wartawan, Selasa.

Menurut Budiman, melalui CAT 5, tes kejiwaan yang dilakukan akan bertumpu pada efisiensi waktu serta kecepatan dan ketepatan dalam mengambil, mengolah serta menganalisis data psikologi beserta pelaporannya.

Kerja sama dengan Jerman

Lebih lanjut Budiman menjelaskan, gedung CAT 5 Dispsiad ini kali pertama berdiri di Indonesia dan dimiliki hanya beberapa negara di dunia.

“Yang punya teknologi ini baru empat negara, yaitu Jerman, Swiss, Swedia, dan Indonesia. Ini baru diluncurkan di Indonesia. Teknologi dengan software terbaru generasi kelima,” kata Budiman.

Dia mengatakan, untuk menjalankan CAT 5 Dispsiad ini, Indonesia mendapat bantuan dari Dinas Psikologi dan Dirjen Kementerian Pertahanan Jerman. Menurutnya, Jerman memberi bimbingan pertama ke Dispsiad soal pengoperasian dan pengembangan perangkat lunak tes psikologi dan kemampuan calon perwira militer ini.

Kerja sama dengan Jerman, lanjut Budiman, sebenarnya sudah terbentuk pada saat berdirinya Dinas Psikologi Angkatan Darat di Indonesia. “Sekarang kita lanjutkan lagi kerja sama untuk meningkatkan kemampuan kita. Semoga kerja sama ini, mampu memberi kontribusi yang besar bagi peningkatan kinerja organisasi dan pengembangan Dispsiad,” harapnya.

Dispsiad sudah menjadi salah satu anggota International Military Testing Association (IMTA), yaitu suatu organisasi yang bergerak dalam penerapan ilmu psikologi, khusus yang berkaitan dengan rekrutmen dan seleksi, dukungan psikologi dalam siklus operasi serta pengembangan kepemimpinan.

“Dengan demikian, fungsi, peran, kapasitas dan kapabilitas yang dimiliki Psikologi Angkatan Darat perlu bertransformasi untuk memenuhi tuntutan yang ada. Proses transformasi harus dilaksanakan secara sistematis, efektif, obyektif, realistis, berkesinambungan, serta konsisten. 

Untuk itu, Dinas Psikologi Angkatan Darat perlu melakukan penyesuaian dan perubahan strategi dalam pelaksanaan tugas pokoknya,” jelasnya.

Budiman menambahkan, gedung CAT 5 Dispsiad dibangun dengan menghabiskan dana Rp 27 miliar. Dana itu sudah termasuk pajak dan beberapa fasilitas. “Dari Jerman, kita dapat bantuannya software (CAT 5) saja,” katanya.

Gedung ini dibangun dengan uang rakyat. Oleh karena itu, Budiman menekankan kepada jajarannya agar merawat dan memanfaatkan gedung ini dengan baik dan penuh rasa tanggung jawab.

“Harus dirawat, dijaga dengan sebaik-baiknya agar gedung ini memiliki nilai guna yang optimal dalam meningkatkan kualitas organisasi. Ini uangnya pakai uang rakyat, akan kehilangan makna bila tidak dimanfaatkan, tidak dipelihara sebaik-baiknya. 

Oleh karena itu, saya meminta kepada segenap warga Dispsiad agar menunjukkan rasa memiliki agar gedung ini bisa memiliki usia pakai yang cukup lama,” katanya.

Sumber : Kompas