Kisah: Gao Qinbao, Balita Kunyah dan Suapi Makanan Untuk Ibunya

Kisah: Gao Qinbao, Balita Kunyah dan Suapi Makanan Untuk Ibunya – Ada pepatah ‘kasih ibu sepanjang jalan, kasih anak sepanjang penggalan.’ Namun kasih seorang anak ke Ibunya ternyata sanggup dilakukan seorang anak yang masih balita.

Kisah fakta berikut ini memberikan ilustrasi betapa seorang anakpun bisa mempunya kasih yang sedemikian tulusnya. Kisah dari seorang anak balita berusia dua tahun di Tiongkok yang membangunkan kesadaran Ibunya dari ‘tidurnya’ akibat menderita kerusakan otak.

Kecelakaan lalu lintas yang terjadi dua tahun lalu menyebabkan seorang Ibu bernama Zhang Rongxiang yang sedang hamil saat itu, koma tak sadarkan diri.

Berkat ketekunan perawatan dari suami dan putrinya, ia melahirkan seorang putra yang dua tahun kemudian berhasil membangunkan kesadaran ibunya dan pulih dari keadaan vegetatif (gangguan kesadaran akibat kerusakan otak). Melihat ibunya yang sulit mengunyah makanan, ia membantu mengunyahkannya lalu dimasukkan ke dalam mulut ibunya. Adegan ini sangat mengharukan.

Media China  melaporkan, Zhang Rongxiang, 42 tahun dan suaminya Gao Dejin memiliki tiga orang putri. Mereka tinggal di Shuyang, propinsi Jiangsu, Tiongkok. Kecelakaan lalu lintas tiga tahun lalu menyebabkan Zhang Rongxiang berada dalam keadaan vegetatif.

Saat pertolongan dokter berlangsung, ia baru mengetahui kalau dirinya sedang hamil.

Selama dalam perawatan tiga bulan di rumah sakit itu, pihak keluarga menerima belasan pemberitahuan bahwa Zhang berada dalam kondisi kritis. Tetapi melalui perawatan yang tekun dari suami dan putrinya, Zhang Rongxiang bertahan hidup bahkan sempat melahirkan seorang putra. 

Kehangatan panggilan membangunkan ibu yang vegetatif

“Bangunlah, kita sudah memiliki seorang putra dan mesti diasuh. Ayo bangun, jangan terus tertidur sepanjang hari,” Gao suaminya sering memanggil istrinya dari sisi ranjang sambil menggendong putranya.

Tak jarang panggilan ikut-ikutan dalam suara yang kurang jelas “nya, ma, ya.. nya ..” keluar dari mulut si kecil yang belajar berbicara. Lama kelamaan, Gao merasakan adanya perbedaan bila sang putra yang memanggil. Dari kepalanya yang berusaha menengok ke arah suara anaknya memanggil, sampai ia mampu membuka kelopak mata.

Suatu hari di bulan Mei lalu, seperti biasanya Gao menggendong si kecil sambil berbicara dengan istrinya di kamar tidur. Ia melihat adanya reaksi di muka istrinya,  nampak seperti tersenyum dan tak lama kemudian keluar suara dari mulut istrinya yang mengatakan, “sudah baik”.

Adegan menyentuh: Memberikan makanan kepada ibu dengan membantu mengunyahkan

Akibat lama berada di atas pembaringan, anggota badan Zhang menjadi kecil menyusut tak mampu berdiri. Saat cuaca baik, suaminya sering mengangkat dia turun dari loteng dan membawanya di atas kursi roda, pergi keluar rumah menikmati udara segar.

Dituturkan oleh Gao, bahwa jumlah makanan yang diterima istrinya belum bisa banyak, maka ia dan anak sering memberinya makan agar memperoleh gizi yang cukup. Melihat ibunya yang sulit menggerakan kepala, makan pun menjadi susah.

Olehkarenanya makanan yang akan disuapkan pada ibunya, sebelumnya dikunyah dahulu lalu dengan makanan yang masih berada di dalam mulut, anaknya itu naik ke ranjang berlutut di samping kepala ibunya terus memasukkan makanan ke mulut ibunya.

Setiap kali melihat Gao dan anaknya berada dalam kamar tidur Zhang pasti menunjukkan rasa senang dengan tersenyum bahkan terdengar suara tertawa dan tatapan yang menyejukkan.

Walau terus menunjukkan pemulihan kesadaran, dan mulai bisa diajak komunikasi. Tetapi Gao belum putus asa untuk terus melakukan pemijatan pada anggota badan istrinya agar dapat kembali beraktivitas secara normal. | erabaru.net