KRI DIPONEGORO-365 LAKSANAKAN LATIHAN BERSAMA UNSUR MTF NEGARA LAIN DAN LAF NAVY

KRI Diponegoro-365 selaku Satgas Maritim TNI Konga XXVIII-E/UNIFIL 2013 telah melaksanakan berbagai latihan dengan unsur-unsur MTF dari negara lain. 
 
Latihan tersebut merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan oleh unsur-unsur MTF UNIFIL saat patroli di Area of Maritime Operation (AMO) dalam rangka meningkatkan profesionalisme setiap prajurit.

Selama lima hari sejak 20 Mei 2013 lalu, di AMO yang merupakan bagian dari laut Mediterania Timur tersebut, KRI Diponegoro bersama unsur MTF lainnya melaksanakan latihan-latihan berupa Miscellaneous Exercise (MISCEX)-831 Non Maneuvering, Syntetic Tactical Exercise (SYNTEX)-001, Miscellaneous Exercise (MISCEX)-806 RAS Approach, Anti Asymetric Warfare Exercise (AASYWEX)-005 dan Tactical Exercise (TACEX)-03.

Pada hari pertama On Task keenam tanggal 20 Mei 2013, KRI Diponegoro melaksanakan MISCEX-831 Non Maneuvering dengan BNS Osman (Bangladesh) dan FGS Braunshweig (Jerman). Sebagai Officer Conducting Serial (OCS) KRI Diponegoro bertugas memberikan berbagai persoalan Manuver Taktis yang harus dijawab Osman dan Braunshweig. 
 
Latihan ini bertujuan untuk melatih kemampuan olah gerak taktis kapal dan keterampilan personel unsur-unsur MTF dalam menghitung dan menentukan bentuk formasi, halu dan waktu menempati stasiun pada formasi garis banyak (multiple line formation).

Memasuki hari kedua tanggal 21 Mei 2013 dilaksanakan kegiatan SYNTEX-001 antara KRI Diponegoro, FGS Braunshweig dan BNS Osman (Bangladesh) sebagai Officer Conducting Serial (OCS). 
 
 Latihan ini dilaksanakan dengan metode prosedur komunikasi melalui jaring taktis, dimana setiap unsur melaporkan simulasi kontak-kontak udara secara bergantian, dan selanjutnya mengidentifikasi, mengeplot serta memberikan aksi terhadap kontak simulasi tersebut secara prosedur. Latihan ini bertujuan melatih operator PIT untuk mengidentifikasi, mengeplot dan melaporkan perkembangan terhadap setiap kontak udara.

Pada hari ketiga tanggal 22 Mei 2013 KRI Diponegoro telah melaksanakan AASYWEX-005 bersama FGS Frettchen P-6126 (Jerman) dengan unsur penimbul situasi (bulsi) diperankan oleh Heli BO-105 NV-409. 
 
Dalam latihan ini, disimulasikan Heli NV-409 sebagai kontak udara tak dikenal yang memberikan intensi ancaman asimetris melalui pendekatan langsung ke arah FGS Frettchen dengan kecepatan tinggi dan ketinggian rendah. Selanjutnya FGS Frettchen akan mengeluarkan prosedur air warning (peringatan dini) melalui jaring taktis UHF, mulai tahap air warning satu sampai tahap empat. 
 
Setelah tahap air warning keempat, diskenariokan Heli NV-409 tidak menghiraukan peringatan dini tersebut, dan akhirnya memaksa FGS Frettchen mengeluarkan tembakan penghancuran secara simulasi sebagai bentuk pertahanan diri/self defense. Latihan ini bertujuan untuk melatih prosedur air warning dan melatih kesiagaan unsur MTF dalam menghadapi bahaya asimetris dari udara.

Pada hari keempat tanggal 23 Mei 2013 telah dilaksanakan MISCEX-806 (RAS Approach) bersama TCG Bozcaada F-500 (Turki) dan TACEX-03 dengan Coastal Radar Station (CRS), Lebanese Armed Force (LAF) Navy. Pada kegiatan MISCEX-806 telah dilaksanakan RAS Approach sebanyak dua tahap (Run).  
 
Run pertama KRI Diponegoro bertindak sebagai kapal pemberi dan TCG Bozcaada sebagai kapal penerima. Sedangkan pada run kedua TCG Bozcaada bertindak sebagai kapal pemberi dan KRI Diponegoro sebagai kapal penerima. Seluruh unsur penerima melaksanakan pendekatan pada station keeping RAS sampai dengan jarak aman 30 yards.

Selanjutnya pada kegiatan TACEX-03 dengan CRS LAF Navy, disimulasikan KRI Diponegoro bertindak sebagai kontak kapal sipil tak dikenal yang mendekat ke pelabuhan Beirut tanpa melalui prosedur pelaporan dan pendekatan yang berlaku. Pihak CRS akan aksi mengidentifikasi dan melakukan pencegatan serta secara simulasi mengirimkan tim pemeriksa (VBSS) ke KRI Diponegoro. 
 
Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kewaspadaan dan profesionalisme para pengawak CRS terhadap setiap bentuk kontak permukaan tak dikenal yang memasuki wilayah Beirut atau laut Teritorial Lebanon. Semua kegiatan latihan dapat berjalan dengan aman dan aman.
Sumber : TNI AL