Lahan Pangkalan Militer TNI AL Disiapkan di Tanjung Datok

Pemkab Sambas, Kalimantan Barat (Kalbar), segera menyediakan lahan untuk digunakan sebagai pangkalan militer TNI AL. 

Pangkalan militer nantinya untuk mengawasi pulau terluar di Kalbar yang berbatasan dengan Malaysia.

“Kami akan siapkan lahan untuk pangkalan militer untuk TNI AL,” kata Bupati Sambas, Juliarti Djuhardi Alwi, kepada wartawan, Sabtu (31/5/2014).

Juliarti menerangkan, potensi masalah dengan Malaysia seperti yang terjadi di Tanjung Datok dalam beberapa hari terakhir tidak menutup kemungkinan tetap terbuka lebar, mengingat salah satu pulau yang indah di Indonesia itu belum diawasi secara maksimal.

“Potensi semakin besar kalau tidak ada pengawasan ketat dari pihak kita,” ujar Alwi.

Alwi menjelaskan saat ini proses pembangunan pancang rambu suar, telah dihentikan pihak Malaysia. Alwi juga mengakui, pemancangan itu telah mengganggu pendapatan nelayan di Desa Temajuk di sekitar Tanjung Datok, lantaran takut untuk melaut.

“Nelayan di Desa Temajuk tidak bisa beraktifitas di laut yang sudah menjadi mata pencaharian mereka. Pendapatan menurun dari sebelumnya,” ungkap Alwi.

Malaysia beberapa hari lalu, membangun 3 tiang pancang rambu suar di perairan Tanjung Datok, Kalbar, di bawah manuver helikopter milik mereka. Hal itu memantik reaksi dari Pemerintah RI.

TNI AL pun telah mengerahkan diantaranya 2 kapal perang mereka untuk mengawasi pulau Tanjung Datok, yang sangat menarik sebagai destinasi wisata itu.

Sumber : Detik