Pasukan Kostrad dan Marinir Tiba di Pekanbaru

Pekanbaru – Pasukan Kostrad 303 dan marinir tiba di Pekanbaru, Selasa (25/6/2013) sekitar pukul 16.00 WIB. Mereka akan bertugas untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

Di Pangkalan TNI AU Pekanbaru, Selasa (25/6/2013), pasukan Kostrad tiba dengan pesawat TNI AU, sedangkan marinir tiba dengan pesawat Hercules. Pasukan 2 kesatuan ini merupakan gelombang pertama. Selanjutnya, dalam beberapa ke depan, sejumlah personel lainnya akan menyusul.

Usai turun dari pesawat, 200 personel Kostrad menata tas ranselnya. Pasukan berbaret hijau ini diberi waktu istirahat. Dengan semangat, mereka menyanyikan lagu-lagu semboyan kesatuan sambil bertepuk tangan dan menggerakkan kaki.

Di kesempatan terpisah, KSAD Jenderal Moeldoko menjelaskan pihakya mengirim 1 batalyon dari Kostrad 303 ke daerah rawan kebakaran hutan di Pekanbaru. Total, 1.800 anggota TNI AD yang diturunkan untuk ikut mengatasi kebakaran tersebut.

“Kami kirimkan 1 batalyon. Sampai saat ini berarti anggota TNI AD di sana ada 1.800. Belum lagi dengan anggota Marinir, Kopaskas, kepolisian dan juga dari BNPB,” ujar Moeldoko dalam kegiatan Rapat Pembinaan Teknis Kecabangan (Rabinniscab) TNI AD di Markas Pusdikkav Pussenkav, Jalan GA Manulang Padalarang, Selasa (25/6/2013).


Sumber : Detik
 KSAD: Total 1.800 Personel TNI Atasi Kebakaran Lahan di Riau 
 Bandung – Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal Moeldoko kembali mengirim 1 batalyon dari Kesatuan Kostrad 303 ke daerah rawan kebakaran hutan di Pekanbaru. Total, sudah 1.800 anggota TNI AD yang diturunkan untuk ikut mengatasi kebakaran tersebut.

Hal itu disampaikan Moeldoko saat ditemui dalam kegiatan Rapat Pembinaan Teknis Kecabangan (Rabinniscab) TNI AD di Markas Pusdikkav Pussenkav, Jalan GA Manulang Padalarang, Selasa (25/6/2013).

Moeldoko mengaku, pagi ini baru melakukan apel besar bersama Presiden RI untuk mengecek kesiapan anggota. “Kami kirimkan 1 batalyon. Sampai saat ini berarti anggota TNI AD yang ada di sana ada 1.800. Belum lagi dengan anggota Marinir, Kopaskas, kepolisian dan juga dari BNPB,” ujar Moeldoko.

Operasi tersebut akan diakukan selama 3 bulan ke depan. Karena menurut laporan dari Kepala BMKG, kondisi cuaca dan alam yang berpotensi terjadi kebakaran akan terjadi hingga Oktober mendatang.

“Siklus angin yang bergerak juga masih mengarah ke Malaysia dan Singapura untuk 4 hari ke depan,” katanya.

Karena yang dihadapi adalah masalah alam, Moeldoko mengaku kesulitan untuk mengatasi masalah tersebut. Namun menurutnya, keberadaan anggota di daerah tersebut dapat mencegah keadaan lebih buruk lagi.

“Kita akan mencegah masyarakat untuk tidak menambah buruk keadaan. Saya kira, ini akan jadi pelajaran kita untuk tidak lagi melakukan pembakaran,” tutur Moeldoko.

Sumber : Detik