Research Days

Research Days merupakan kegiatan pendukung untuk mendorong pembangunan tradisi akademik yang kuat, terutama riset. Riset yang kuat menghasilkan pengajaran berkualitas.

Dengan adanya Research Days, akademisi atau kita-kita dibiasakan memperkenalkan karyanya sebagai wujud akuntabilitas seorang peneliti. Selain itu dibiudayakan mendengar, mendebat, dan berdiskusi dan setelah itu terinspirasi. Jadi, para mahasiswa yang tertarik pada suatu topik bisa mengetahui pula sudah sejauh mana topik itu diteliti dan bias meneliti kelanjutannya.

Penelitian yang mempunyai nilai plus akan diterjemahkan kedalam bahasa inggris dan dipublikasikan ke jurnal internasional. Sebagian lagi yang mempunyai kesamaan topik akan dibukukan.

Penelitian merupakan cirri bermakna dan membedakan perguruan tinggi dengan jenjang pendidikan lain apalagi Fakultas MIPA yang secara garis besar selalu melakukan berbagai percobaan-percobaan atau praktek-praktek sangatlah tidak relevan jika suatu saat diberi tugas untuk meneliti sesuatu hal malah kebinggungan karena belum terbiasa melakukan penelitian atau bahkan tidak pernah.

Namun, masih terdapat kendala dalam mengembangkan budaya akademik yang kuat dikampus. Kebanyakan perguruan tinggi pada dasarnya hanya menonjolkan kegiatan transfer ilmu disbanding riset. Akibatnya, waktu dihabiskan untuk mengajar dan belajar. Padahal, diluar negeri kegiatan belajar dan riset tidak dapat dipisahkan dan saling menunjang.

Saking banyaknya beban mengajar, para dosen terbiasa membaca hanya sebentar dan membuat handsout untuk dipresentasikan ke mahasiswa. Akibatnya, materi yang diberikan tidak terlalu mendalam dan cenderung pengulangan.

Kendala lainnya, untuk menggerakkan tradisi riset ialah ketersediaan fasilitas teknologi informasi. Tidak hanya prasarana, tetapi juga membiasakan dosen dan mahasiswa menggunakan komputer.

Kesulitan lainnya ialah mempublikasikan penelitian di jurnal terakreditasi. Oleh karena itu, tradisi akademik seperti riset perlu difasilitasi dengan baik dan sistematik.

Betapa sulitnya kendala yang dihadapi, takbisa disangkal kalau budaya riset merupakan hal penting untuk mencapai cita-cita sebagai sebuah universitas. Namun jika tekad sudah terbentuk untuk mencapai perubahan kearah yang lebih baik kita harus berusaha sekuat tenaga mewujudkannya demi tercapainya cita-cita.

Dan, bila sebuah perguruan tinggi sudah mengumandangkan diri untuk menjadi universitas riset, tentu saja menjadi aneh bila kegiatan riset justru jadi sekedar sebuah nama tanpa makna..