Sampah Satelit Penuhi Ruang Angkasa

Satelit Komunikasi. Ilustrasi.

Satelit Komunikasi. Ilustrasi.
BERITA TERKINI, DARMSTADT — Sejumlah ilmuwan ruang angkasa seluruh dunia, baru saja mengadakan pertemuan di Darmstadt, Jerman. Mereka mengumumkan ada satu kebutuhan mendesak untuk membersihkan ruang angkasa dari sampah-sampah satelit.

Mereka memperkirakan ada lebih dari 30 ribu item raksasa yang ikut mengitari bumi dan membahayakan orbit. Sampah yang sebagian besarnya adalah satelit dan badan roket itu, berubah menjadi kepingan-kepingan terpisah akibat ledakan tangki bahan bakar dan baterai. Kehadiran mereka pada akhirnya menganggu lintasan benda langit lainnya.

Badan Antariksa Eropa (ESA), Profesor Heiner Klinkard mengatakan, frekuensi bencana tabrakan antarsampah-sampah ini dikhawatirkan meningkat.

“Ada konsesus yang menunjukkan bahwa orbit Bumi menjadi tidak stabil dalam beberapa dekade atau fenomena yang disebut Sindrom Kessler,” katanya, dilansir dari BBC, Jumat (26/4).

Jarak sampah-sampah itu hanya sepuluh sentimeter dari batas bumi. Ini juga berpotensi membahayakan pergerakan pesawat luar angkasa. Kemungkinan hingga 200 tahun ke depan, kesehatan planet ini semakin terancam jika tidak ada penanganan dan komitmen dari berbagai negara terkait.

Menurut Klinkard, hal ini bisa dihindari minimal dengan membersihkan lima hingga sepuluh benda besar yang menjadi sampah ruang angkasa setiap tahunnya.

Sumber: Republika.online