Start Sharing NOT Selling

Start Sharing NOT Selling. Unik ya? Mari Berbagi, BUKAN Menjual. Prinsip ini memang terlihat sederhana atau sulit?. Lihat saja, berapa banyak penjual atau pebisnis –baik di dunia nyata atau di dunia maya– yang menerapkan prinsip ini? Namun, ada yang menarik prinsip Start Sharing Not Selling. Apa yang menarik dari prinsip ini?

Sharing Not Selling

Sharing Not Sharing dalam dunia bisnis; jika diartikan dari bahasa Inggris yang pas-pasan memiliki makna utama bahwa sebagai pebisnis atau penjual “harus” mengutamakan “berbagi” bukan “menjual”. Begini, jika Anda seorang pebisnis dalam bidang Furniture, sebelum menjual produk Anda, ada baiknya Anda memberikan informasi yang mungkin berguna bagi calon pembeli. Misalnya informasi kualitas kayu, jenis kayu yang tepat dan lain sebagainya. Hal ini menjadi sangat penting jika Anda memiliki sebuah website atau blog ecommerce. Contohnya, jika Anda memiliki web yang menjual laptop atau komputer murah, maka buatlah artikel atau tulisan pendukung seperti tips merawat komputer, cara membersihkan LCD laptop, cara membasmi virus lokal yang menyebalkan dan hal lain yang relevan. Sehingga, pengunjung Anda akan berfikir “wah, si pemilik web ini care banget. Pasti layanan purna jualnya atau after sales-nya juga bagus. Beli di sini aja deh..”

Nah, kira-kira sih begitu makna dari Start Sharing Not Sharing. Jika dalam ilmu pemasaran, prinsip ini termasuk ke dalam kategori Augmented Product yang meliputi Warranties, Delivery, Services, Installation, Finance, dan Costumer Care. Nah, Sharing Not Selling merupakan perpaduan antara services dan costumer care.

Para pebisnis tentu mengetahui bahwa barang dagangan mereka bisa disebut PRODUK. Produk sendiri memiliki arti

Segala sesuatu yang dapat ditawarkan kepada pasar untuk menarik perhatian, pembelian, penggunaan dan untuk dikonsumsi guna memuaskan keinginan atau kebutuhan (Kotler & Amstrong, 1991).

Bentuk produk tidak hanya fisik. Layanan atau services juga merupakan bentuk produk. Misalnya jasa pembuatan website murah atau jasa SEO (Search Engine Optimization). PERHATIKAN arti dari produk di atas. Mengapa Kotler dan Amstrong meletakkan kalimat “menarik perhatian” di awal, baru kemudian kata “pembelian“? Hal ini tidak lain dan tidak bukan karena dalam berbisnis, penjualan (selling) -pembelian dari sisi pelanggan- BUKAN hal utama, melainkan kepuasan pelanggan dari produk itu sendiri. Jika pelanggan puas, mereka akan berbicara dengan sanak keluarga, tetangga dan orang lain tentang produk dan layanan yang Anda berikan. Bagaimana caranya agar pelanggan puas? Salah satunya dengan menerapkan prinsip Start Sharing NOT Selling 😉

Nah, bagaimana? Mulailah “memberi” (sharing) maka, hampir dapat dipastikan penjualan (selling) Anda akan meningkat dengan sendirinya. Jika penjualan meningkat, maka keuntungan atau profit Anda juga akan menggembung 8)

Jika Anda ingin melihat para pebisnis bertransaksi dengan prinsip Start Sharing Not Selling, segeralah bergabung di Indonesian Publisher Community 😳