Tinjau Pos Perbatasan, Jenderal Moeldoko Dicurhati Kekurangan Heli dan GPS

Panglima TNI Jenderal Moeldoko ditemani KSAL Laksamana Marsetio meninjau pos perbatasan di Simanggaris, Nunukan, Kalimantan Timur. Pos tersebut merupakan pos gabungan Indonesia dan Malaysia.

Pos yang terletak di tengah hutan ini dibangun berdasarkan kesepakatan bersama kedua negara. Selain di Simanggaris, pos gabungan Indonesia-Malaysia juga terletak di wilayah Malaysia, yaitu Seliku.

Jumlah personel yang ditugaskan masing-masing negara di pos perbatasan Simanggaris sebanyak 10 orang. Begitu juga dengan jumlah personel yang ditugaskan di pos Seliku.

“Hubungan kami baik. Kami sering patroli bersama,” kata Dansatgas Pamtas Darat, Letkol Safta FS di Pos Simanggaris, Kalimantan Timur, Jumat (15/5/2014).

Menurut Safta, pihaknya selalu melakukan patroli setiap bulan. Mereka berjalan kaki sejauh 45 km ke arah kiri dan 40 km ke arah kanan.

“Lama waktu tempuh setiap patroli adalah 8 hari,” ujar pria yang hampir 2 bulan bertugas di perbatasan tersebut.

Sementara untuk patroli patok dilakukan setiap hari. Setiap selesai turun hujan, mereka juga langsung menggelar patroli patok untuk melihat kondisi patok.

“Kalau ada kerusakan, kami langsung laporkan ke atasan, untuk disampaikan ke panglima, termasuk diinformasikan ke Menlu. Tidak bisa langsung ganti,” paparnya.

Jumlah patok di area tersebut sebanyak 13 ribu. Sejauh ini, jumlah patok yang sudah dicek oleh Safta dan anak buahnya kurang dari 6 ribu.

“Patok terdekat dari sini jaraknya 1,5 km,” katanya.

Safta mengaku, saat ini dirinya kesulitan dalam pendistribusian logistik. Bahan makanan untuk pasukan perbatasan di Simanggaris dibawa dari Nunukan dengan menggunakan helikopter.

“Kami kekurangan dukungan heli dan GPS,” ujarnya di hadapan Moeldoko.

Sumber : Detik