TNI AL Ubah Gelar Pangkalan Armada

Sesuai rencana Mabes TNI membentuk Komando Gabungan Wilayah Pertahanan, TNI AL berencana mengubah struktur gelar pangkalannya.
Demikian dikatakan kepala staff TNI AL Laksamana Ade Supandi seusai memimpin upacara serah terima jabatan Panglima Komando Armada RI kawasan Barat dari Laksamana Muda Widodo kepada Laksamana Muda A. Taufiq, R di Mako Armabar, Jakarta Rabu (25/2)

Ade mengatakan sesuai rencana akan ada 3 komando Gabungan Wilayah Pertahanan, yaitu Barat, tengah, dan timur. Oleh Karena itu, TNI AL menyesuaikan dng membuat 3 armada utk setiap wilayah. “Akan ada armada besar di Surabaya. Utk armada di Barat, Tengah, dan Timur akan jadi armada operasi, jadi menerima kapal2 utk dioperasikan,” kata Ade.

Ia mengatakan, semua kapal TNI AL akan berada di bawah Armada Besar di Surabaya. “Realisasinya bertahap menunggu keputusan dari rancangan yg sudah diajukan Panglima TNI ke Presiden,” kata Ade.

Menurut Ade, kedepan armada2 operasi itu akan berkantor di kapal. Oleh karena itu, TNI AL akan menyiapkan kapal2 markas seperti Kapal Landing Platform Dock, yakni kapal perang amfibi yg meluncurkan, membawa, dan mendaratkan elemen kekuatan darat utk misi perang gerak cepat.

Ade mengatakan, Armada Barat punya beberapa perhatian utama spt Selat Malaka dan Laut Tiongkok Selatan. Mengomentari Tiongkok yg mereklamasi Pulau di Spratly, Laut Tiongkok Selatan Ade mengatan itu belum masuk wilayah RI. Namu TNI AL menghadirkan kapal2 hingga zona ekonomi ekslusive guna menjaga kedaulatan dan mengamankan pulau2 terluar.

Sebelumnya Widodo mengatan selama menjadi Panglima Armada Barat, penanganan terhadap kegiatan ilegal spt pencurian ikan dan kayu terus berjalan. Utk itu, di Armada Barat, sepanjang tahun ada kapal2 yg terus berpatroli dng mempertimbangkan effisiensi bahan bakar. 

Sumber : Kompas Cetak 26/02/14