Warga Tanjung Datuk Minta Pemerintah Tegas

Masyarakat di kawasan Tanjung Datuk, Desa Temajuk, Kecamatan Paloh, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat menyesalkan tindakan Malaysia membangun mercusuar di Perairan Tanjung Datuk. 

Menurut Asman, Sekretaris Desa (Sekdes) Temajuk, titik koordinat kedua negara sudah jelas, namun pihak Malaysia masih saja membangun suar. 


“Ketiga kalinya berulah, sehingga lagi-lagi perbatasan Temajuk menjadi sorotan dunia,” kata Asman di Sambas, Kalbar, Selasa 27 Mei 2014. 

Ia mengatakan, kejadian ini yang ketiga kalinya terjadi perbatasan Temajuk menjadi sorotan.  Namun kali ini Malaysia berulah dengan membangun Suar di Tanjung Datuk, tepatnya di SRTP 1 yang merupakan wilayah sengketa.  “Sebelumnya sengketa Gosong Niger dan Camar Bulan, “ jelasnya.

Ia meminta pemerintah harus tegas dan mengambil sikap cepat. Pasalnya, banyak kasus serupa kita selalu kalah dalam hal perbatasan, dan dampak lainnya, nelayan kita kerap menjadi korban dan di tangkap di daerah perbatasan. 

“Sebagai warga perbatasan, kami harapkan Presiden dan Calon Presiden untuk datang dan dapat mengetahui batas negara, dan tidak saja di atas kertas atau meja, karena kasus ini sangat menakutkan bagi kami selaku masyarakat perbatasan, “ demikian ia meminta.

“Sebagai warga perbatasan, kami tidak rela sejengkal tanah kami di rampas. Komi tetap komitmen Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harga mati”.

“Tidak ada toleransi sejengkal tanah kita diambil Malaysia, dan kami juga tidak rela nelayan kita di wilayah perbatasan ditakut-takuti dan ditangkap, karena kasus ini sudah pernah terjadi,” tambahnya.

Muraizi dan Zefri, warga lainnya mendukung penuh apa yang disampaikan Asman Sekdes Temajuk itu.  Menurut mereka harus ada ketegasan dari pemerintah bagaimana nasib masyarakat Temajuk. Pasalnya, kejadian ini yang ketiga kalinya kasus perbatasan Indonesia-Malaysia terulang 

“Kami tidak ingin kasus ini terjadi lagi, jadi harus ada sikap tegas dari Pemerintah Pusat yang akan menjadikan Perbatasan Sebagai Beranda Terdepan Negara Indonesia, ” ujar kedua pemuda yang mengaku ikut meninjau pembangunan pancang mercu suar di Tanjung Datuk tersebut. 

Sumber : Viva